Penyelundupan Baby Lobster Senilai Rp1,3 M Digagalkan Bea Cukai Batam di Bandara Hang Nadim

- Senin, 7 Juni 2021 | 20:37 WIB
IMG-20210607-WA0041
IMG-20210607-WA0041

Batam (HK) - Bea Cukai Batam bersama Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam menggagalkan penyelundupan baby lobster senilai Rp1,3 Miliar.

Penyeludupan baby lobster itu diketahui saat petugas melakukan pengawasan barang kargo dari pesawat rute Surabaya - Batam di terminal Kargo Bandara Hang Nadim pada, Sabtu (29/5/2021).

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai (KPU BC) Batam, Susila Brata mengatakan, modus penyeludupan itu disimpan didalam galon kemudian dikemas menggunakan keranjang bambu.

Kronologinya, petugas Bea Cukai Bandara Hang Nadim Batam bersama petugas Karantina Perikanan melaksanakan pengawasan pembongkaran barang kargo pesawat LA dengan rute Surabaya-Batam.

“Kemudian petugas menemukan barang yang dicurigai dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan menggunakan mesin x-ray,” ucap Susila, Senin (7/6/2021).

Disampaikan Susila, dari pemeriksaan yang dilakukan, petugas mendapati bungkusan mencurigakan dalam galon plastik yang disembunyikan dalam keranjang bambu.

Setelah keranjang bambu tersebut dibuka, muncul kecurigaan bahwa barang tersebut berupa benih lobster, kemudian atas barang bukti tersebut dilakukan pencacahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Batu Ampar.

"Didapati benih lobster jenis pasir yang disimpan pada 5 kantong plastik transparan ukuran panjang dan 13 kantong plastik transparan ukuran kecil, dan benih lobster jenis mutiara yang disimpan pada 1 kantong plastik transparan ukuran panjang,” ujar Susila.

Setelah dilakukan penghitungan jelasnya, total benih lobster jenis pasir 12.929 ekor, sedangkan jumlah total benih lobster jenis mutiara 97 ekor, dan nilai barang berdasarkan estimasi harga pasar adalah Rp1.307.450.000.

“Untuk tersangka masih dalam pengejaran, sedangkan barang bukti diserahterimakan ke Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Batam untuk proses lebih lanjut,” tuturnya.

Lanjutnya, penyelundupan benih lobster dapat dijerat Pasal 88 jo Pasal 16 ayat 1 dan/atau Pasal 92 jo Pasal 26 ayat 1 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan.

Sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Perikanan dan/atau Pasal 87 jo Pasal 34 UU RI Nomor 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda Rp3 miliar. (dam)

Editor: fery haluan

Terkini

Capaian Vaksinasi Tinggi, Jokowi Apresiasi Batam

Kamis, 23 September 2021 | 12:25 WIB

Rutan Batam Yakinkan Zero HP dan Barang Lainnya

Selasa, 21 September 2021 | 13:46 WIB

Gubernur Kepri Tawarkan Potensi Wisata Alif Stone Natuna

Selasa, 21 September 2021 | 09:54 WIB

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB
X