Pria Ini Nekat Simpan Sabu dalam Perutnya dari Karimun, Sampai di Batam Ditangkap Polisi

- Rabu, 9 Juni 2021 | 09:45 WIB
IMG-20210609-WA0019
IMG-20210609-WA0019

Batam (HK) – Seorang pria Inisial N ditangkap oleh Ditresnarkoba Polda Kepri karena telah membawa, memiliki, dan menyimpan narkotika jenis kristal bening diduga sabu dengan 15,28 gram.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Muji Supriyadi, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Harry, kronologis penangkapan itu adalah pada Minggu (6/6/2021) tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kepri mendapatkan informasi bahwa ada seorang laki-laki yang telah membawa, memiliki, dan menyimpan narkotika jenis kristal bening diduga sabu dari pelabuhan Tanjung Balai Karimun.

Tim mengecek kebenaran informasi tersebut. Setelah mendapati ciri-ciri tersangka tersebut tim Opsnal Subdit I Dit Resnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan tersangka.

Setelah dilakukan pemeriksaan, barang haram tersebut telah disimpannya didalam perut yang dimasukkan melalui anusnya.

"Selanjutnya tepatnya berada di Pos Polisi Windsor, Lubuk Baja, Kota Batam, tersangka mengeluarkan Narkotika jenis sabu dan selanjutnya tim melakukan penangkapan," ucap Harry.

Dijelaskannya, dari interograsi awal bahwa sabu tersebut merupakan milik seorang inisial H yang saat ini masih dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 bungkus plastik bening yang didalamnya terdapat plastik berwarna merah yang berisikan 3 buah plastik bening berisikan serbuk kristal diduga sabu seberat total 15,28 gram.

1 unit Handphone merk Nokia, 1 lembar KTP milik tersangka, 1 lembar tiket kapal ferry Dumai Express dari Tanjung Balai Karimun menuju Batam dan uang tunai sebesar Rp.75 ribu.

Atas perbuatannya tersangka dapat dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia no. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

"Dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun," imbuhnya. (dam)

Editor: fery haluan

Terkini

Capaian Vaksinasi Tinggi, Jokowi Apresiasi Batam

Kamis, 23 September 2021 | 12:25 WIB

Rutan Batam Yakinkan Zero HP dan Barang Lainnya

Selasa, 21 September 2021 | 13:46 WIB

Gubernur Kepri Tawarkan Potensi Wisata Alif Stone Natuna

Selasa, 21 September 2021 | 09:54 WIB

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB
X