Ekspor Menguat, Sri Mulyani Minta Layanan Bea Cukai Diperbaiki

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 14:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Instagram.com/smindrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani. Instagram.com/smindrawati

Ekspor Indonesia mengalami tren penguatan hingga melebihi 50 persen. 

Bukan hanya itu, surplus neraca perdagangan Indonesia juga sempat tercatat mencapai posisi tertinggi sepanjang sejarah.

Kabar itu disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Dirinya juga mengingatkan jajaran Direktorat Jenderal Bea Cukai agar bisa menjaga kelancaran pelayanan dan dan reputasi arus barang keluar masuk. Tapi di saat yang bersamaan, harus tetap taat pada aturan yang ada.

"Saya minta hal ini terus dirapikan (diperbaiki), anda harus punya SOP yang sama," kata Sri Mulyani dalam acara Peringatan Hari Bea Cukai ke-75 secara virtual pada Sabtu, 2 Oktober 2021.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia per Agustus 2020 mencapai US$ 21,42 miliar atau naik 64,1 persen (year-on-year). "Ini merupakan rekor baru," kata Kepala BPS Margo Yuwono pada 15 September 2021.

Tren positif ekspor tersebut sekarang masih terus berlanjut. Berbagai komoditas sedang mengalami kenaikan harga, seperti batu bara, minyak mentah, sampai nikel.

Untuk itu, di tengah kenaikan laju ekspor ini Sri Mulyani meminta terus dilakukan perbaikan dalam pelayanan ekspor impor. Sehingga, biaya logistik dan arus barang bisa lebih efisien.

Salah satunya, kata Sri Mulyani, dengan terus memperbaiki sistem IT yang dimiliki oleh Bea Cukai. "Tak boleh lagi terjadi pelayanan tertunda akibat ada masalah IT," kata dia.

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Pelatihan UMKM di Batam Perlu Ditingkatkan

Sabtu, 16 Oktober 2021 | 18:43 WIB

Bea Cukai Batam Lelang Mobil Mewah

Rabu, 13 Oktober 2021 | 11:16 WIB

September 2021, Batam Mengalami Inflasi 0,33 Persen

Senin, 11 Oktober 2021 | 14:26 WIB

Pemko Batam Hapus Denda Pajak Bagi Pelaku Usaha

Kamis, 23 September 2021 | 15:51 WIB
X