SKK Migas-KKKS Fasilitasi Pertemuan Para Pemangku Kepentingan Industri Hulu Migas di Wilayah Sumbagut

- Selasa, 7 Juni 2022 | 14:27 WIB
Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara foto bersama dengan stakeholder industri hulu migas area operasi Sumbagut, saat pertemuan di Radisson Hotel Batam, Selasa (7/6/2022). (damri/haluankepri.com)
Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara foto bersama dengan stakeholder industri hulu migas area operasi Sumbagut, saat pertemuan di Radisson Hotel Batam, Selasa (7/6/2022). (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kembali memfasilitasi pertemuan para pemangku kepentingan (stakeholder) industri hulu migas di area operasi Sumatra Bagian Utara (Sumbagut), Selasa (7/6/2022) di Radisson Hotel Batam.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 yang diselenggarakan di lima kota, yaitu Surabaya, Batam, Sorong, Balikpapan dan Palembang.

Masing-masing mewakili area operasi SKK Migas yakni di Jawa, Bali, Nusa Tenggara (Jabanusa); Sumbagut; Papua dan Maluku (Pamalu), Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) dan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kegiatan ini sejalan dengan upaya SKK Migas yang sejak 2015 terus mendorong kewajiban penggunaan barang dan jasa dalam negeri untuk mencapai peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas dalam memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Rudi Satwiko mengatakan, SKK Migas terus berupaya meningkatkan TKDN dalam sektor hulu migas. Salah satunya adalah dengan memfasilitasi kerja sama bisnis antara pelaku industri migas lokal, nasional dan KKKS.

"Sektor hulu migas akan terus konsisten dalam mendorong industri-industri penunjang lokal untuk tumbuh dan semakin berkembang, sehingga peran mereka di dalam perekonomian nasional dan daerah semakin meningkat,” ujar Rudi.

Dikatakan Rudi, SKK Migas terus berkomitmen menciptakan efek berganda industri hulu migas terhadap sektor-sektor lainnya, sehingga terbangun kapasitas nasional yang memiliki daya saing untuk merealisasikan visi bersama.

Yakni meningkatkan produksi migas nasional 2030 sebesar 1 juta barel minyak per hari (MBOPD) dan gas sebanyak 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD).

"Hal tersebut juga sejalan dengan program pembinaan lingkungan yang merupakan bagian dari program G-20," ujarnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apa Penyebab Mahalnya Harga Tiket Pesawat?

Minggu, 7 Agustus 2022 | 08:27 WIB

Bagaimana Cara Menjual Uang Kuno ke Kolektor?

Senin, 1 Agustus 2022 | 08:37 WIB

Berikut Pinjol yang Sudah Kantongi Izin OJK

Senin, 25 Juli 2022 | 07:58 WIB

Berapa Harga Tanah per Meter di Jabodetabek?

Kamis, 14 Juli 2022 | 10:55 WIB

Wow! Uang Kertas Kuno Ini Bernilai Miliaran!

Jumat, 8 Juli 2022 | 09:34 WIB

SKK Migas dan KKKS Dukung Kemajuan Produk Lokal

Selasa, 7 Juni 2022 | 22:14 WIB

Mendag Beri Sinyal Harga Bahan Pokok Naik Lagi

Senin, 18 April 2022 | 13:17 WIB
X