Forbes Global 2000: BRI Pimpin Daftar Perusahaan Paling Bernilai di Indonesia

- Jumat, 21 Mei 2021 | 18:02 WIB
IMG-20210521-WA0022
IMG-20210521-WA0022

Batam (HK) – Di tengah pandemi covid-19, BRI terus menorehkan prestasi tingkat dunia. Yang terbaru, BRI dinobatkan oleh Forbes 2021 Global 2000 World’s Largest Public Companies sebagai perusahaan publik paling bernilai di Indonesia.

Dalam rilis yang diterima, secara keseluruhan BRI menempati peringkat ke-362 diantara 2000 perusahan publik terbaik di dunia. Selain itu bank yang saat ini di nahkodai Sunarso juga masuk ke dalam daftar World Best Banks 2021 versi Forbes.

Mengutip laman resmi Forbes, terdapat 6 perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam
daftar tersebut, dan BRI menempati peringkat tertinggi diantaranya. Ini menjadikan BRI menempati posisi tertinggi untuk 7 (tujuh) tahun berturut-turut.

Pemimpin Wilayah BRI pekanbaru, Mochammad Suratin mengungkapkan, pencapaian ini
merupakan bukti komitmen BRI yang dapat menjaga kinerja yang sustain dengan fokus pada
penyelamatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta menjadi partner strategis
Pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Daftar Global 2000, The World’s Largest Public Companies bersumber dari sistem FactSet
Research yang melakukan seleksi terhadap 2000 perusahaan publik terbesar di dunia dalam
empat aspek, yakni, sales, profit, assets dan market value. Meskipun kondisi pasar kurang
menguntungkan dan sangat menantang dikarenakan adanya pandemi Covid-19,

BRI sendiri masih mampu mencatatkan kinerja yang baik. Dari sisi penjualan, BRI berada di peringkat 1.007 dan profitabilitas berada diurutan 529, sedangkan aset di peringkat 354, dan nilai pasar berada di urutan 505.

Bank yang fokus di segmen UMKM dan berkode BBRI ini mencatatkan pendapatan sekitar USD10 miliar, aset mencapai USD107,6 miliar dan keuntungan sebesar USD1,3 miliar.

Secara keseluruhan, dari 2000 perusahaan yang masuk dalam daftar Forbes Global 2000 ini
mengalami kenaikan kapitalisasi pasar sebesar 47 persen menjadi USD79,8 triliun, dengan pendapatan turun 6 persen menjadi USD39,8 triliun dengan keuntungan turun 24 persen menjadi USD2,5 triliun. (r/ays)

Editor: fery haluan

Terkini

SKK Migas dan KKKS Dukung Kemajuan Produk Lokal

Selasa, 7 Juni 2022 | 22:14 WIB

Mendag Beri Sinyal Harga Bahan Pokok Naik Lagi

Senin, 18 April 2022 | 13:17 WIB
X