Merantau

- Sabtu, 11 September 2021 | 21:30 WIB
fery Heriyanto. (istimewa)
fery Heriyanto. (istimewa)

Dia pun mulai mencari jalan lain. Lewat orang-orang yang dikenalnya, dia mencari pekerjaan lain. Bahkan dia pun sudah pisah rumah dengan orang yang membawanya ke tanah rantau. Tidak mudah baginya di rantau untuk bisa mendapatkan apa yang diinginkannya. Namun, dia tidak patah semangat. Apapun tawaran yang diberikan, dia sanggupi. Sampai ada yang mempercayainya untuk menjalankan usaha. Berkat usaha itu, dia pun mulai bisa mengirim uang untuk emak dan adik-adiknya.

Seiring perjalanan waktu, melihat usaha yang dijalankannya berkembang, Amad memberi kabar emaknya jika dia ingin menikah.

"Mak memahami keinginanmu. Semua berpulang padamu," ucap emaknya lewat sepucuk suratnya.

***

Sekitar dua tahun lalu, di tengah situasi yang serba sulit, tiba-tiba Amad dapat kabar jika sang emak tengah mengalami penurunan kesehatan. Hampir dua bulan tidak berjualan.

"Emak kerap sebut-sebut nama abang. Kalau bisa, abang pulanglah," ucap sang adik dari ujung telepon.

Amad bagai dilema. Namun, bayangan sang ibu kerap muncul setelah mendapat kabar tersebut. Setelah berembuk dengan sang istri, mereka pun pulang ke kampung beserta anak-anaknya. Diperjalanan, kabar duka datang, sang ibu telah berpulang.

"Emak sempat mengatakan, jika abang sampai di kampung, emak titip gerobak tempat jualan," ucap sang adik saat malam usai pemakaman.

Setelah diskusi dengan keluarga, Amad pun memutuskan untuk melanjutkan usaha yang telah dirintis oleh sang ibu. Dan dia dan keluarganya menetapkan hati untuk tinggal di kampung. Ditambah lagi usaha di tanah rantau juga tengah mengalami kelesuan.

Sekitar tiga pekan menetap di kampung halamannya, Amad mulai membuka usaha peninggalan sang ibu dibantu istri dan anak sulungnya. Sejak itu, hari-harinya disibukan dengan menyiapkan jualan dan melayani pembeli seperti yang dilakukan oleh sang ibu dulunya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Lebaran di Kepala

Selasa, 26 April 2022 | 15:44 WIB

Memperingati Hari Ibu: Quo Vadis Emansipasi

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:09 WIB

12 Jembatan Keledai Aksi Panggung Vokalis

Minggu, 19 Desember 2021 | 06:28 WIB

Fauzi Bahar Datuak Nan Sati Pimpin LKAAM Sumbar

Sabtu, 18 Desember 2021 | 07:39 WIB

Awet

Selasa, 30 November 2021 | 14:37 WIB

Merantau

Sabtu, 11 September 2021 | 21:30 WIB

Mut

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:03 WIB

Komitmen

Senin, 8 Februari 2021 | 09:29 WIB

Menanti Cinta dalam Ta'aruf

Kamis, 9 Juli 2020 | 16:41 WIB

Talbiyah Mak Ijah

Selasa, 28 April 2020 | 17:29 WIB

Ego Sampai Kapan?

Minggu, 26 April 2020 | 10:05 WIB

Puisi yang Disempurnakan

Sabtu, 11 April 2020 | 09:09 WIB

Rindu Ibuku adalah Rinduku

Kamis, 9 April 2020 | 19:05 WIB

"Kita Selalu Dekat..."

Rabu, 8 April 2020 | 08:59 WIB

Sesudah Salam dan Setelah Berbuka

Sabtu, 28 Maret 2020 | 19:40 WIB

Kerja dan Cinta

Jumat, 27 Maret 2020 | 17:03 WIB
X