Ode

- Selasa, 3 Maret 2020 | 20:44 WIB
fery-heriyanto
fery-heriyanto


  • Oleh: Fery Heriyanto, Wartawan Haluan Kepri


Beberapa sahabat lama bertemu dalam sebuah acara. Mereka saling berbagi cerita, pengalaman serta membeberkan sejarah-sejarah masa lalu yang pernah mereka lalui.

"Saya benar-benar tak nyangka, kalian sudah menjadi manusia-manusia hebat," ujar, Vi, salah seorang dari mereka.

"Ah, tidak juga. Saya lihat, Bung lah orang paling sukses diantara kita ini," balas Jum, lelaki yang sekarang berprofesi sebagai pengusaha.

"Jangan terlalu berlebihan teman. Saya sama juga dengan sahabat-sahabat kita yang lain," timpal Vi lagi.

"Oya, tiga puluh tahun bukanlah waktu yang sebentar. Sudah pasti banyak yang berubah. Apakah kalian sering pulang ke kampung halaman kita," tanya Vi.

"Saya mungkin orang yang paling jarang pulang. Kalau tidak salah selepas tamat dulu, hanya dua kali pulang ke tanah kelahiran. Itupun karena ada hal penting," jawab Mun, yang kini berkarir di dunia hiburan.

"Masih untung itu, saya bisa dikatakan tidak pernah pulang. Tiga dasa warsa ini saya habiskan dari satu rantau ke rantau yang lain," ungkap Him, yang berbadan besar.

"Sama, saya juga tidak sempat untuk pulang ke kampung halaman. Saya hanya sering mendengar cerita teman-teman jika perkembangan pembangunan di kota kelahiran kita sangat pesat. Bahkan tempat kita biasa berkumpul sepulang sekolah dulu sudah disulap menjadi pusat bisnis yang megah. Termasuk hutan rindang di bibir pantai tempat biasa kita lalui ketika aktif di kepanduan dulu, sekarang telah berdiri vila-vila wisata," papar Ben, yang sekarang bekerja di sebuah instansi.

"Kalau Bung, bagaimana? Kabarnya diantara kita ini, Bung yang secara berkala pulang ke kota kelahiran kita," tanya Him pada Din, yang berkarir di bidang kesehatan.

"Memang, saya agendakan untuk pulang dalam kurun waktu tertentu. Saya menyadari jika rantau telah memberikan banyak penghidupan pada kami dan keluarga. Perpaduan gaya hidup di kota tempat saya tinggal sekarang telah membuat saya betah. Namun kerinduan pada orang tua, sanak saudara, sahabat, rumah tempat kami dibesarkan dulu serta masyarakat di sekelilingnya telah membuat saya ingin selalu pulang kesana," ujar Din dengan pandangan jauh ke seberang sana.***

Editor: fery haluan

Terkini

Merantau

Sabtu, 11 September 2021 | 21:30 WIB

Mut

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:03 WIB

Komitmen

Senin, 8 Februari 2021 | 09:29 WIB

Menanti Cinta dalam Ta'aruf

Kamis, 9 Juli 2020 | 16:41 WIB

Talbiyah Mak Ijah

Selasa, 28 April 2020 | 17:29 WIB

Ego Sampai Kapan?

Minggu, 26 April 2020 | 10:05 WIB

Puisi yang Disempurnakan

Sabtu, 11 April 2020 | 09:09 WIB

Rindu Ibuku adalah Rinduku

Kamis, 9 April 2020 | 19:05 WIB

"Kita Selalu Dekat..."

Rabu, 8 April 2020 | 08:59 WIB

Sesudah Salam dan Setelah Berbuka

Sabtu, 28 Maret 2020 | 19:40 WIB

Kerja dan Cinta

Jumat, 27 Maret 2020 | 17:03 WIB

Puisi-Puisi Ochy

Selasa, 17 Maret 2020 | 20:21 WIB

"Siap-siap Saja"

Rabu, 11 Maret 2020 | 06:34 WIB

Ode

Selasa, 3 Maret 2020 | 20:44 WIB

Rindu Rumah Ibu

Senin, 2 Maret 2020 | 09:18 WIB

Dalam Keheningan

Minggu, 1 Maret 2020 | 17:19 WIB

Si Karengkang

Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:54 WIB

"Mumpung Harganya masih Murah"

Kamis, 20 Februari 2020 | 07:42 WIB
X