Puisi-Puisi Ochy

- Selasa, 17 Maret 2020 | 20:21 WIB
IMG-20200317-WA0044
IMG-20200317-WA0044


  • Bahagiamu Bukan Untukku
    Puisi Ochy


Aku Bukan untukmu
Tlah kuyakinkan hati ini, kamu memang bukan milikku
Cukuplah kita hanya merindu
Benar, sebatas itu saja
Aku tak ingin lebih dari itu
Aku ragu melalui waktu panjangmu bersamaku
Aku tak ingin kau salah kaprah dalam hidupmu
Cukuplah aku menjadi kenangan indahmu
aku berhenti disini
aku berhenti mencintaimu
tak ingin kupermainkan kata indah untuk membuatmu bingung
temuilah wanita yang tulus mencintai mu
bukan aku, benar, itu bukan aku
jikapun nanti kau tlah temui dia yang membuat harimu menjadi berwarna
cukuplah kutahu itu dari sahabatmu betapa kau bahagia karna dia
tak ingin ku rusak fikiranmu dengan hidup barumu
bahagialah dengan dia bukan denganku*

Batam 2020

***

  • Cinta Terlambat
    Puisi Ochy


Hei...
Kamu apa kabar?
Baru kemaren kamu pamit
Rasanya ribuan purnama tlah kulewati
Nyamankah kau disana?

Mungkin kau sudah temukan seseorang yang menutup lukamu
Hingga aku tak lagi sebagai prioritas hatimu

Hari ini, ku pergi ketempat kita biasa bersama
Termangu menatap jalanan yang berubah menjadi layar kenangan
Disini kulihat kembali memori-memori indah yang kita lalui

Duduk berdua saat hujan gerimis
Menikmati secangkir teh hangat
Kau putar lagu romantis
Aku bicara begitu ceriwis
kau pandangiku dengan senyum manis
seperti putaran film
semua tampak nyata

sayangnya, kenangan manis itu sekarang terasa hambar
karena kamu tak lagi disini sebagai pemeran utama

aku dan kamu takkan mungkin menjadi kita
lucu kan, aku tersiksa setelah kau pergi
tersedu sedan karena sebagian diriku ikut padamu
perih tak berperi

kau tidak meninggalkan luka
tapi batinku tersiksa
seakan tak ada lagi yang mengobati*

Batam 2020

***

  • Sepi tak Berujung
    Puisi Ochy


Semakin kesini, semakin tak ingin memikirkan apa-apa
Keramaian membuatku sepi
Sendiri membuatku menyepi

Tidak ada yang hebat, hanya gelap yang menemani
Hati tak sejalan indah dengan fikiranku
Ingin kubagi sakit ini agar sedikit mengatup luka yang menganga
Tapi logikaku menolak untuk diutarakan

Diam cara terbaik ragaku mengobati
Tak apa, selama senyuman masih mampu menutupi
Kepingan didalam tak akan tampak dimata
Aku tidak bahagia dengan takdir ini

Ampun, bukan aku ingkar pada kuasa-Mu
tapi, bulir-bulir ini selalu menggenang di pipi
kesepian menghimpit batin
dadaku semakin sesak.

satu persatu yang kucintai pergi meninggalkan
aku bisa apa, berpura dalam tawa yang coba ku sunggingkan
pada akhirnya, tinggallah aku seorang diri
memeluk sepi yang datang menghampiri*

***

Rosy/Ochy memiliki nama lengkap Siti Rosidah. Lahir di Maninjau Panti, Sumatera Barat pada 1993. Alumni Administrasi Bisnis Terapan Politeknik Negeri Batam ini menyukai puisi sejak SMP hingga kini. Sejumlah puisinya telah terbit di sejumlah media massa di Kepri.***

Editor: fery haluan

Terkini

Merantau

Sabtu, 11 September 2021 | 21:30 WIB

Mut

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:03 WIB

Komitmen

Senin, 8 Februari 2021 | 09:29 WIB

Menanti Cinta dalam Ta'aruf

Kamis, 9 Juli 2020 | 16:41 WIB

Talbiyah Mak Ijah

Selasa, 28 April 2020 | 17:29 WIB

Ego Sampai Kapan?

Minggu, 26 April 2020 | 10:05 WIB

Puisi yang Disempurnakan

Sabtu, 11 April 2020 | 09:09 WIB

Rindu Ibuku adalah Rinduku

Kamis, 9 April 2020 | 19:05 WIB

"Kita Selalu Dekat..."

Rabu, 8 April 2020 | 08:59 WIB

Sesudah Salam dan Setelah Berbuka

Sabtu, 28 Maret 2020 | 19:40 WIB

Kerja dan Cinta

Jumat, 27 Maret 2020 | 17:03 WIB

Puisi-Puisi Ochy

Selasa, 17 Maret 2020 | 20:21 WIB

"Siap-siap Saja"

Rabu, 11 Maret 2020 | 06:34 WIB

Ode

Selasa, 3 Maret 2020 | 20:44 WIB

Rindu Rumah Ibu

Senin, 2 Maret 2020 | 09:18 WIB

Dalam Keheningan

Minggu, 1 Maret 2020 | 17:19 WIB

Si Karengkang

Sabtu, 29 Februari 2020 | 10:54 WIB

"Mumpung Harganya masih Murah"

Kamis, 20 Februari 2020 | 07:42 WIB
X