Rindu Ibuku adalah Rinduku

- Kamis, 9 April 2020 | 19:05 WIB
IMG-20200409-WA0032
IMG-20200409-WA0032

Cerita Kecilku
Puisi: Helmi Rizal

Andai sementara ku putar kembali
Ingatkah engkau bakal masa-masa lebih dari 23 tahun lalu?
Saat aku tetap dipangkuanmu
Saat aku tetap di dalam timanganmu

Kau membisikkan ayat-ayat AlQur'an di telingaku disaat aku mulai tertidur
Kau suapi ku makan karena ku tak dapat melakukannya sendiri
Disaat aku menangis...
Dengan penuh kasih sayang, kau usap air mata ku dan kau buat ku tersenyum kembali

Apakah kau tetap mengingatnya, bu?
Aku rindu masa-masa indah ku dulu
Akankah ku dapat merasakannya kembali?
Menangis di dalam pelukmu dan tertawa bersamamu

Engkau adalah ibuku
Engkau adalah cahaya
Engkau adalah guru terbaikku
Engkau adalah semua nya bagiku

Ibu...
Begitu tinggi cintamu bagiku
Begitu agung kasih dan sayangmu
Abadi di dalam sanubari tak habis ditelan waktu
Terimakasih, Ibu.

**

Ibu Adalah Bintang
Puisi: Helmi Rizal

Ibu...
Kau adalah wanita terhebat yang saya miliki
Kau menjaga ku dari saya kecil hingga saya tumbuh dewasa bersama dengan kasih sayang yang tulus darimu
Kau tak pernah penat menjaga ku
Kau rela jalankan apa pun demi anak mu

Ibu...
Pengorbanan mu sungguh besar
Kau mengajari ku berjalan hingga aku dapat berjalan
Dan kau mengajari ku berbicara hingga aku dapat berbicara
Jasa mu tak bakal dapat tergantikan oleh ku

Ibu...
Disaat aku sedih kaulah orang yang pertama yang menghiburku
Maaf kan aku kalau sepanjang ini aku sering menyakiti hatimu
Dan menerima kasih ibu atas semua yang sudah kau berikan kepada ku
Ibu kau adalah bintang yang bakal bersinar di surga.

**

Terimakasih Ibu
Puisi: Helmi Rizal

Ibuku sayang...
Cintamu, adalah cahaya yang menerangi
Setiap kegelapan di dunia fana ini
Kehadiranmu, begitu berharga,
Bermakna dan berarti.

Ibuku yang cantik,
Tiada hari yang ku jalani tanpa sedetik pun tak mengingatmu
Mengingat segala pengorbananmu
Yang tak lelah merawatku
Yang tak bosan menasehatiku
Dan tak henti menyangiku, sepanjang usiamu

Terima kasih Ibu...
Telah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini
dengan senyum manismu yang menguatkan batinku

Terima kasih ibu
Telah menjagaku hingga kini
Terima kasih Ibu
Engkau selalu ada untukku

Ibuku yang baik
Maafkan aku, jika pernah melukai perasaanmu
Maafkan aku, selalu mengecewakanmu
Maafkan aku, anakmu ini

Ibu…
Cahaya cintamu, selalu ku nanti
Bahkan hingga aku mati
Dan cintamu kan tetap bersinar di hati,
Kekal dan abadi.

**

*) Helmi Rizal saat ini tercatat sebagai karyawan di haluankepri.com

Editor: fery haluan

Terkini

Dia Ingkari Sejarah Itu

Minggu, 13 November 2022 | 08:12 WIB

Puisi-Puisi Rosy Ochy

Senin, 24 Oktober 2022 | 05:47 WIB

"Bukankah itu Namaku?"

Minggu, 23 Oktober 2022 | 18:56 WIB

Pengaruh Bahasa Orang Tua Terhadap Komunikasi Anak

Senin, 1 Agustus 2022 | 19:00 WIB

Sastra dan Perkembangan Masa Kini

Senin, 25 Juli 2022 | 19:24 WIB

Lebaran di Kepala

Selasa, 26 April 2022 | 15:44 WIB

Memperingati Hari Ibu: Quo Vadis Emansipasi

Kamis, 23 Desember 2021 | 10:09 WIB

12 Jembatan Keledai Aksi Panggung Vokalis

Minggu, 19 Desember 2021 | 06:28 WIB

Fauzi Bahar Datuak Nan Sati Pimpin LKAAM Sumbar

Sabtu, 18 Desember 2021 | 07:39 WIB

Awet

Selasa, 30 November 2021 | 14:37 WIB

Merantau

Sabtu, 11 September 2021 | 21:30 WIB

Mut

Rabu, 21 Juli 2021 | 15:03 WIB

Komitmen

Senin, 8 Februari 2021 | 09:29 WIB

Menanti Cinta dalam Ta'aruf

Kamis, 9 Juli 2020 | 16:41 WIB

Talbiyah Mak Ijah

Selasa, 28 April 2020 | 17:29 WIB
X