3 Kapal Ikan Asing Ditenggelamkan di Perairan Kepri Coral Batam

- Selasa, 14 September 2021 | 19:02 WIB
3 kapal ikan asing pelaku ilegal fishing yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Karimun di perairan Kepri Coral Kota Batam, Selasa (14/9/2021). (damri/haluankepri.com)
3 kapal ikan asing pelaku ilegal fishing yang dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Karimun di perairan Kepri Coral Kota Batam, Selasa (14/9/2021). (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Kejaksaan Negeri Karimun musnahkan 3 kapal ikan asing barang bukti pelaku ilegal fishing yang telah berkekuatan hukum tetap atau incraht di Kepri Coral Kecamatan Galang Kota Batam, Provinsi Kepri, Selasa (14/9/2021).

Pemusnahan kapal pelaku ilegal fishing itu dengan cara ditenggelamkan yang dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) Hari Setiyono dan didampingi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Meilinda.

Baca Juga: Kapal Ikan Asing Berbendera Malaysia Ditangkap KKP di Selat Malaka

Disampaikan Hari Setiyono, penenggelaman itu dilakukan dengan cara kapal tersebut diberi pemberat dan dimasukan air sebanyak-banyaknya hingga kapal itu tenggelam.

"Kita harapkan nantinya kapal yang sudah ditenggelamkan ini menjadi tempat atau rumpun berkembang biaknya ikan. Cara ini untuk sementara dianggap sebagai yang paling ramah lingkungan," jelasnya.

Baca Juga: BP Batam Kembali Raih Opini WTP, Lima Kali Berturut-Turut

Ditegaskannya, eksekusi yang dilakukan oleh pihaknya itu dilaksanakan dengan sunguh-sunguh dan tidak ada lagi hal-hal yang main-main tentang kejahatan tersebut.

Penegak hukum terkait, baik itu dari Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Polairud, TNI AL dan penegak hukum yang menjaga wilayah laut Indonesia sudah bersusah payah untuk melakukan pengamanan dan penindakan terhadap pelaku ilegal fishing.

Baca Juga: Gubernur Kepri Apresiasi Seluruh Tim, Angka Prevalensi Covid Turun

"Sehingga kami selaku penuntut umum dan pengadilan juga sependapat bahwa pelaku harus dijatuhi pidana dan barang bukti hasil kejahatan dirampas kemudian kita musnahkan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Karimun, Meilinda mengatakan, dari 3 kapal ikan asing barang rampasan yang dimusnahkan itu, 2 adalah kapal berbendera Malaysia dan 1 berbendera Vietnam. Kapal tersebut melakukan ilegal fishing di laut Selat Malaka.

Baca Juga: Ini Pesan Kajati Kepri ke ASN Kejari Karimun

Disebutkannya, terlaksananya pemusnahan barang rampasan negara itu dapat terwujud melalui jalinan sinergi, komunikasi dan koordiansi bersama dengan instansi terkait.

Sebab penenggelaman kapal itu dilaksanakan di Kepri Coral adalah karena perairannya bukan jalur pelayaran, untuk menarik wisatawan asing melakukan diving di Kepri Coral dan agar nantinya jadi tempat atau rumpun berkembang biaknya ikan.

"Kita berharap dengan apa yang telah dilakukan secara bersama-sama ini maka akan semakin mengoptimalkan pengelolaan dan penyelesaian barang rampasan negara yang berasal dari tindak pidana," ungkapnya.

Penenggelaman kapal itu dihadiri langsung oleh Direktur Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP, Teuku Elvitrasyah, ketua Pengadilan Negeri Tanjung Pinang, Pasintel Lanal Batam, Polairud Polda Kepri, Dinas Perikanan Kota Batam dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepri. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gubernur Kepri Dampingi Prabowo Resmikan 2 Unit KRI

Selasa, 26 Oktober 2021 | 18:43 WIB

Kasus Covid-19 di Batam Hanya Tinggal 7 Orang

Senin, 25 Oktober 2021 | 12:11 WIB

Batam Masuk Nominator Anugerah Tangguh Adhiwirasana

Jumat, 22 Oktober 2021 | 19:27 WIB

Batam Mulai Lakukan Survei Herd Imunity

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:53 WIB

KNPI Batam Dorong Anak Muda Kuasai Digital

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:38 WIB

Golkar Batam Tanam Mangrove di Sungai Bengkong Laut

Senin, 18 Oktober 2021 | 09:33 WIB

80 Persen Pelajar di Batam Sudah Divaksin

Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:18 WIB
X