Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 5 TKI Ilegal Diimingi Kerja di Batam

- Selasa, 21 September 2021 | 13:36 WIB
Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir interogasi 5 PMI Ilegal ((Dok.Satpolairud Polres Karimun))
Kasat Polairud Polres Karimun Iptu Binsar Samosir interogasi 5 PMI Ilegal ((Dok.Satpolairud Polres Karimun))

KARIMUN (HK)-Sebanyak 5 orang wanita yang diamankan anggota Satpolairud Polres Karimun di perairan depan PT Saipem Karimun, Ahad, 19 September 2021 sekitar pukul 19.46 WIB ternyata sebelumnya diiming-imingi kerja di Batam.

Kelimanya ternyata hendak diselundupkan ke Malaysia.

"Mereka dijanjikan kerja di Batam," ujar Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir, Selasa, 21 September 2021. 

Kelimanya yang merupakan Pekerja Imigran Indonesia (PMI) atau dulunya disebut TKI ilegal itu masing-masing berinisial SD, LM, MA, EM dan YN. Kelimanya berasal dari 2 daerah berbeda, yakni 2 orang dari Jawa Barat dan 3 lainnya dari NTT.

Baca Juga: Diamankan di Karimun, 5 Wanita Ini Hendak Diselundupkan ke Malaysia

Kata Binsar, penggagalan 5 PMI tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Pihaknya menerima informasi adanya speed boat tanpa nama yang dinakhodai MI sedang berlayar menuju perairan Malaysia yang memuat 5 orang TKI ilegal.

"Setelah kami periksa, kelima orang yang dibawa ke arah perairan Malaysia tersebut tidak memiliki dokumen sah," ujar Binsar.

Binsar menyebut, speedboat yang dinakhodai MI berlayar dari Pantai Indah, Desa Pangke, Kecamatan Meral atas perintah seseorang dengan inisial SAB.

"Nakhoda kapal menerima upah dari SAB sebesar Rp1,5 juta sekali jalan," terang Binsar.

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Inilah Capaian Kinerja Kejari Karimun Selama 2021

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:49 WIB

179 Siswa SDN 003 Karimun Ikuti Vaksinasi Lanal TBK

Selasa, 4 Januari 2022 | 21:21 WIB

Larangan Ekspor Batubara tak Pengaruhi PLTU Karimun

Senin, 3 Januari 2022 | 09:44 WIB
X