Dijanjikan Kerja di Batam Ternyata Dibawa ke Malaysia, 3 Wanita Asal NTT Merasa Tertipu

- Selasa, 21 September 2021 | 18:04 WIB
Wanita asal NTT dan Jabar saat dimintai keterangan di Satpolairud Polres Karimun. (Ilham Sijori)
Wanita asal NTT dan Jabar saat dimintai keterangan di Satpolairud Polres Karimun. (Ilham Sijori)

KARIMUN (HK)-Satpolairud Polres Karimun mengamankan 3 wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) dan 2 wanita dari Jawa Barat dengan inisial SD,LM, MA, EM dan YN. Kelimanya hendak dijadikan imigran gelap di Malaysia.

Lima wanita itu diamankan diatas speedboat jenis fiber di perairan depan PT Saipem Karimun, Ahad, 19 September 2021 sekitar pukul 21.30 WIB.

Selain mengamankan 5 wanita itu, polisi juga menangkap MI nakhoda kapal.

Kasat Polairud Polres Karimun, Iptu Binsar Samosir di ruang kerjanya, Selasa, 21 September 2021 mengatakan, 3 wanita asal NTT itu berasal dari Kabupaten Ende dan Malaka.

Baca Juga: Diamankan di Karimun, 5 Wanita Ini Hendak Diselundupkan ke Malaysia

Mereka sudah berangkat dari NTT sekitar satu minggu yang lalu.

"Tiga wanita asal NTT ini orangnya sangat polos. Mereka memang berasal kampung. Dari kampung ketiganya dijanjikan oleh seseorang untuk bekerja di Batam," ujar Binsar.

Namun, begitu sampai di Surabaya, baru lah mereka disebut akan dibawa ke Malaysia.

"Sampai di Surabaya, mereka kemudian diberitahu akan dibawa ke Malaysia. Mereka merasa ditipu," jelas Binsar.

Selama di Surabaya itulah, ketiganya dibuatkan paspor.

Baca Juga: Hendak Diselundupkan ke Malaysia, 5 TKI Ilegal Diimingi Kerja di Batam

"Mereka mengaku sudah dibuatkan paspor. Tapi ketika kami tanya mana paspornya, mereka bilang paspornya sudah diserahkan kepada boss yang ada di Malaysia," tuturnya.

Ketiga perempuan asal NTT ini masih cukup muda. Usia mereka belum genap 20 tahun.

Sedangkan, 2 wanita asal Jawa Barat lagi memang berencana hendak ke Malaysia.

Beda dengan wanita asal NTT, 2 wanita asal Jawa Barat ini sudah sangat dewasa. Usianya di atas 30 tahun. 

"Kalau 2 wanita dari Jawa Barat memang berencana pergi ke Malaysia. Semua wanita ini rencananya masuk ke Malaysia menggunakan jalur tak resmi," kata Binsar.

Binsar menyebut, kelima wanita itu sudah diserahkan ke Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di Tanjungbalai Karimun. (ham)

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Gubernur Kepri: Kita Harus Bangkit dari Keterpurukan

Sabtu, 4 Desember 2021 | 17:54 WIB

Kios Baju Seken Puakang Karimun Dibongkar Maling

Rabu, 1 Desember 2021 | 12:15 WIB

Gubernur Ingin Kundur Menjadi Lumbung Pertanian Kepri

Minggu, 28 November 2021 | 20:42 WIB

Muncul 1 Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Karimun

Minggu, 28 November 2021 | 10:22 WIB

SDN 006 Meral Sudah Miliki Perpustakaan Digital

Jumat, 26 November 2021 | 20:25 WIB

Operasi Zebra Polres Karimun Berbagi Masker

Kamis, 25 November 2021 | 17:56 WIB

PT Timah Bantu Perbaikan Rumah Tahfidz di Kundur

Selasa, 23 November 2021 | 19:51 WIB

Karimun Terbuka Bagi Wisman Tanpa Harus Karantina

Selasa, 23 November 2021 | 10:24 WIB

6,3 Kg Sabu Asal Malaysia Direbus di Polres Karimun

Senin, 22 November 2021 | 18:00 WIB

Karimun Masih Tetap Pertahankan Zero Covid-19

Senin, 22 November 2021 | 11:16 WIB

Hari ini Karimun Benar-benar Bersih dari Covid-19

Sabtu, 20 November 2021 | 10:26 WIB
X