Puluhan Pengungsi Asal Afganistan Aksi di Kantor DPRD Batam, Minta Bantuan Pemerintah Indonesia

- Rabu, 22 September 2021 | 14:50 WIB
Pengungsi atau pencari suaka asal Afganistan melakukan aksi di kantor DPRD Kota Batam, Rabu 22 September 2021. (damri/haluankepri.com)
Pengungsi atau pencari suaka asal Afganistan melakukan aksi di kantor DPRD Kota Batam, Rabu 22 September 2021. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Puluhan pengungsi atau pencari suaka asal Afganistan melakukan aksi damai di kantor DPRD Kota Batam, Rabu 22 September 2021.

Aksi damai yang dilakukan puluhan pengungsi Afganistan tersebut, membawa berbagai spanduk dengan aneka tulisan.

Yang melakukan aksi tersebut tidak hanya orang dewasa saja, tetapi mereka juga membawa anak dan istrinya.

Baca Juga: Kebiasaan Ini Bisa Membuat Hidup Kamu Lebih Bahagia

Tujuannya adalah mereka meminta bantuan dari Pemerintah Indonesia agar bisa diproses untuk pindah ke negara ketiga.

"Kami sudah tahunan di Batam ini, sejak 2012 sampai sekarang tidak ada kejelasan," ucap Ali Akbar salah satu pengungsi asal Afganistan saat melakukan aksi tersebut.

Kedatangan mereka ke kantor DPRD Batam itu, ucapnya, untuk meminta bantuan perintah Indonesia agar bisa memfasilitasi mereka untuk ke negara tujuan.

Baca Juga: BP Batam Paparkan Usulan Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran 2022

"Kami minta tolong sama pemerintah Indonesia, bisa membantu kami ke negara ketiga, yaitu Amerika, Australia, New Zealand dan Kanada," ujarnya.

Disampaikannya, selama ini para pencari suaka di Batam banyak mengalami depresi. Karena kepastian masa depan mereka terutama anak-anak tidak ada.

Baca Juga: Gurindam Dua Belas dalam Literasi Digital?

"Kami semua disini stres, tidak ada kejelasan masa depan kami," ungkapnya.

Dikesempatan yang sama, WN Afghanistan Husaini mengatakan, selama mereka menjadi pengungsi di Batam dan tidak ada kejelasan ke negara ketiga, sehingga masa depannya terutama anak-anaknya tidak ada.

"Kami tidak bisa berbuat apa-apa disini, kami tidak bisa bekerja dan bahkan anak-anak kami tidak bisa sekolah," ungkapnya.

Diakuinya, selama tinggal di Batam mereka pengungsi itu mendapatkan fasilitas berupa penginapan dibiayai oleh Internasional Organization for Migration (IOM).

"Untuk yang belum menikah di tempatkan di daerah Sekupang dan yang sudah menikah di hotel Kolekta. Sampai kapan kami seperti ini, disini kami ada sekitar 600 orang," bebernya.

Ditambahkannya, mereka juga sudah minta tolong kepada UNHCR dan IOM dipindahkan ke negara ketiga, namun tidak ada yang menanggapi.

"Kita mohon kepada Pemerintah Indonesia agar bisa membantu kita dideportasi ke negara ketiga tersebut. Kita tidak ngapa-ngapain disini. Tidak bisa bekerja, anak-anak tidak bisa sekolah, dan masa depan kita tidak ada disini," imbuhnya. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

130 CPNS di Batam Terima SK Pengangkatan

Selasa, 30 November 2021 | 15:00 WIB

Ides Madri Dilantik Jadi Ketua Kosgoro 1957 Batam

Senin, 29 November 2021 | 14:46 WIB

Amsakar Achmad Dilantik Jadi Ketua KAHMI Batam

Minggu, 28 November 2021 | 21:08 WIB

Kapal Malaysia Terbakar di PT Bandar Abadi Batam

Kamis, 25 November 2021 | 14:42 WIB

Oyong Wahyudi Terpilih Jadi Ketua DPC Ikadin Batam

Sabtu, 20 November 2021 | 20:04 WIB

Kasus Covid-19 di Batam Sisa Tiga Orang Lagi

Kamis, 18 November 2021 | 14:24 WIB

Warga Batam Diminta Memanfaatkan Bank Sampah

Rabu, 17 November 2021 | 19:05 WIB
X