Jaringan Narkotika Internasional Libatkan 2 Nenek, Ini Penjelasan Kapolres Karimun

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:37 WIB
Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba.  (Ilham Sijori)
Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba. (Ilham Sijori)

Menurut dia, di salah satu kamar hotel tempat 2 perempuan tersebut menginap dan ditemukan sejumlah barang bukti lainnya berupa plastik bening, alat kontrasepsi dan handboby.

Dikatakan, sabu ini akan dibawa kelima tersangka ini (AD, A, S, P dan SH) dari jaringan U (DPO) untuk diedarkan ke Samarinda, Kalimantan Timur dengan cara menggunakan alat kontrasepsi yang dimasukan kedalam anus.

“Dari keseluruhan barang bukti sabu seberat 1.086, 13 Gram yang kita amankan ini bisa menyelamatkan 3.258 sampai 4.344 jiwa manusia dengan asumsi 1 gram untuk 3 sampai 4 orang,” pungkas Kapolres.

2 Wanita Paruh Baya Asal Samarinda

Dua wanita paruh baya, masing-masing berinisial PN (49) dan SH (56) asal  Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap Satresnarkoba Polres Karimun di Hotel A, Jumat, 24 September 2021 sekitar pukul 20.48 WIB.

Dua nenek tersebut bersama 3 teman laki-lakinya hendak menyelundupkan sabu-sabu seberat 1 kilogram asal Malaysia ke Kalimantan.

Barang haram tersebut rencananya diselundupkan dengan cara menyimpan dalam anusnya.

Namun, sebelum upaya itu dilakukan mereka terlebih dahulu ditangkap polisi.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano didampingi Kasat Resnarkoba AKP Elwin Kristanto mengatakan, 2 nenek dan 3 rekannya itu terlibat jaringan narkotika internasional.

Kronologinya, kelima tersangka berangkat dari Kalimantan menuju Karimun via Batam.

Kelimanya disuruh oleh seseorang untuk menjemput 1 kilogram sabu-sabu yang akan diedarkan di Kalimantan.

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Rezi Dharmawan Jabat Kasi Intelijen Kejari Karimun

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:25 WIB
X