Jaringan Narkotika Internasional Libatkan 2 Nenek, Ini Penjelasan Kapolres Karimun

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 15:37 WIB
Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba.  (Ilham Sijori)
Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano memberikan keterangan pers pengungkapan kasus narkoba. (Ilham Sijori)

KARIMUN (HK)-Selama sebulan, sejak 11-29 September 2021, Satresnarkoba Polres Karimun menangkap 18 pelaku kepemilikan narkotika jenis sabu-sabu.

Dari 18 tersangka, polisi berhasil menyita 1.086,13 gram sabu-sabu.

Pernyataan tersebut disampaikan Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano didampingi Kasat Resnarkoba AKP Elwin Kristanto, Jumat, 8 Oktober 2021.

Baca Juga: Selain Narkoba, Polisi Temukan Alat Kontrasepsi di Kamar 2 Nenek Asal Kalimantan

Dari 18 orang tersangka, rinciannya 15 laki-laki dan 3 perempuan. Sebanyak 13 orang merupakan warga Karimun, sementara 5 orang adalah warga Samarinda, Kalimantan Timur.

Dua pelaku dari Samarinda merupakan perempuan pasuh baya, masing-masing berinisial PN (49) dan SH (56).

Berikut rincian 18 tersangka yang diamankan Polres Karimun:

1. Pelaku pelaku inisial AK, AI, LV, BN dan AK. Barang bukti 5 paket sabu 25 gram dan 3 paket sabu 0,75 gram.

2. Pelaku inisial TGS, WT,IN dan EA. Barang Bukti 8 paket sabu 20,98 gram dan 3 paket sabu 0,14 gram.

3. Pelaku inisial SN, AM, AD, SH dan PN. Barang bukti satu paket besar sabu 1,086 kg.

4. Pelaku inisial AS. Barang bukti 1 paket sabu 0,55 gram.

5. Pelaku inisial AK dan SH. Barang bukti 2 paket sabu 0,47 gram.

6. Pelaku inisial JY. Barang bukti 1 paket sabu 0,24 gram.

"Dari 6 kasus pengungkapan tersebut, Tim Panther Satresnarkoba Polres Karimun mengamankan narkoba jenis sabu paket besar seberat 1.000 Gram yang dikemas dalam bungkusan teh warna hijau merk Guanyinwang," ujar Tony Pantano.

Kata Kapolres, pengungkapan kasus sabu seberat 1 kilogram tersebut pada Jumat, 24 September 2021 sekitar pukul 20.45 WIB akan adanya transaksi narkoba di salah satu hotel yang ada di Karimun.

Baca Juga: 2 Nenek Asal Kalimantan Ditangkap di Karimun Hendak Selundupkan 1 Kg Sabu dari Malaysia Lewat Anus

"Dari Informasi tersebut, petugas melakukan razia dan mengamankan salah seorang tersangka berinisial AD Asal Samarinda," sebutnya.

Kemudian, kata Kapolres, pihaknya melakukan pengembangan dan mengamankan tersangka berinisial AM dan SN serta barang bukti sabu paket besar seberat 1.000 Gram yang dikemas dalam bungkusan teh warna hijau merk Guanyinwang.

“Hasil intrograsi AM dan SN, mereka diperintahkan oleh tersangka berinisial U (DPO) yang berada di Samarinda dan selanjutnya kita Kembali amankan tersangka lainnya perempuan berinisial PN dan SH," jelas Kapolres.

Menurut dia, di salah satu kamar hotel tempat 2 perempuan tersebut menginap dan ditemukan sejumlah barang bukti lainnya berupa plastik bening, alat kontrasepsi dan handboby.

Dikatakan, sabu ini akan dibawa kelima tersangka ini (AD, A, S, P dan SH) dari jaringan U (DPO) untuk diedarkan ke Samarinda, Kalimantan Timur dengan cara menggunakan alat kontrasepsi yang dimasukan kedalam anus.

“Dari keseluruhan barang bukti sabu seberat 1.086, 13 Gram yang kita amankan ini bisa menyelamatkan 3.258 sampai 4.344 jiwa manusia dengan asumsi 1 gram untuk 3 sampai 4 orang,” pungkas Kapolres.

2 Wanita Paruh Baya Asal Samarinda

Dua wanita paruh baya, masing-masing berinisial PN (49) dan SH (56) asal  Samarinda, Kalimantan Timur ditangkap Satresnarkoba Polres Karimun di Hotel A, Jumat, 24 September 2021 sekitar pukul 20.48 WIB.

Dua nenek tersebut bersama 3 teman laki-lakinya hendak menyelundupkan sabu-sabu seberat 1 kilogram asal Malaysia ke Kalimantan.

Barang haram tersebut rencananya diselundupkan dengan cara menyimpan dalam anusnya.

Namun, sebelum upaya itu dilakukan mereka terlebih dahulu ditangkap polisi.

Kapolres Karimun, AKBP Tony Pantano didampingi Kasat Resnarkoba AKP Elwin Kristanto mengatakan, 2 nenek dan 3 rekannya itu terlibat jaringan narkotika internasional.

Kronologinya, kelima tersangka berangkat dari Kalimantan menuju Karimun via Batam.

Kelimanya disuruh oleh seseorang untuk menjemput 1 kilogram sabu-sabu yang akan diedarkan di Kalimantan.

"Ada koordinator mereka yang menghubungi dari Kalimantan untuk menjemput 1 kg sabu-sabu tersebut ke Karimun," ujar Tony Pantano.

Begitu sampai di Karimun, ada pelaku lain yang mengkoordinir kegiatan mereka.

Sabu-sabu tersebut rencananya dibagi ke dalam 5 paket seberat 200 gram dan akan dimasukkan ke dubur masing-masing pelaku, baru kemudian dibawa ke Kalimantan..

"Jika sudah sampai di Kalimantan, nanti bandar disana yang akan mengatur mereka," jelas Tony.

Kapolres menyebut, alasan tersangka berani datang ke Karimun menjadi kurir narkoba karena faktor ekonomi. (ham)

Halaman:
1
2
3
4

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Inilah Capaian Kinerja Kejari Karimun Selama 2021

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:49 WIB

179 Siswa SDN 003 Karimun Ikuti Vaksinasi Lanal TBK

Selasa, 4 Januari 2022 | 21:21 WIB

Larangan Ekspor Batubara tak Pengaruhi PLTU Karimun

Senin, 3 Januari 2022 | 09:44 WIB
X