BC Kepri Jadikan Terminal BBM Tanjunguban sebagai Pusat Logistik Berikat

- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:31 WIB
Terminal BBM Tanjunguban dijadikan sebagai Pusat Logistik Berikat. (Humas BC Kepri)
Terminal BBM Tanjunguban dijadikan sebagai Pusat Logistik Berikat. (Humas BC Kepri)

KARIMUN (HK)-Kanwil DJBC Khusus Kepri menyerahkan izin usaha Pusat Logistik Berikat kepada PT Peteka Karya Tirta sekaligus menjadikan terminal BBM Tanjunguban, Bintan sebagai Pusat Logistik Berikat.

Penetapan izin usaha itu ditandai dengan penyerahan salinan keputusan Menteri Keuangan nomor: Nomor KEP-563/WBC.04/2021 tanggal 21 Oktober 2021 oleh Kakanwil DPBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq kepada Plt Direktur PT Peteka Karya Tirta, Musirini di Batam Marriot Hotel Harbour Bay, Kamis, 21 Oktober 2021.

Akhmad Rofiq mengatakan, Indonesia khususnya Kepri sama-sama berlokasi strategis di jalur perdagangan dunia yaitu di Selat Malaka.

Namun, jika dibandingkan dengan Singapura, Kepulauan Riau masih jauh kalah gemerlap bisnis yang dilakukan dibandingkan dengan gemerlap bisnis di Singapura.

Untuk itu, sangat baik sekali dan penting jika Indonesia Khususnya Kepri untuk dapat melakukan Copy and Update (C&U) strategy Singapura dalam menangkap peluang bisnis yang ada agar tidak terjadi disparity prosperity yang tajam antara Singapura dan Indonesia.

"Dengan ditetapkannya Terminal BBM Tanjunguban yang pengelolaan dan aset mencakup pelabuhan dan tangki sudah dipisahkan dari PT Pertamina (Persero) kepada PT Peteka Karya Tirta sebagai Pusat Logistik Berikat industi besar, diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai supplier held stock (SHS) dimana selama ini implementasi SHS mostly dilakukan di Singapura," kata Rofiq.

Dikatakan, potensi value dari penetapan Pusat Logistik Berikat Terminal BBM Tanjunguban dengan mengimplementasikan supplier held stock (SHS) sebagai upaya memperkuat stok bahan bakar minyak (BBM).

Sehingga, dengan adanya penghematan untuk 1,5 juta KL cost of money bagi Pertamina Holding, terdapat potensi additional value untuk penyewaan tangki dengan potensi mencapai ~3 juta USD pertahun, penyerapan tenaga kerja additional ~30 orang di Terminal BBM Tanjung Uban.

"Secara nasional bagi Indonesia Ketahanan stock meningkat dari produk yang dibawa supplier ke Indonesia mencapai 2 juta KL pertahun (1,5 juta KL eksisting import) sehingga potensi ketahanan stock naik ~3 hari Terdapat potensi trading ke LN ~500 rb KL pertahun memindahkan bisnis dari Singapura ke Indonesia, estimasi nilai transaksi ~585 jt USD pertahun," jelasnya.

PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini telah bertransformasi dari Subholding Shipping menjadi Subholding Integrated Marine & Logistics adalah pemilik mayoritas saham PT Peteka Karya Tirta.

"Sekitar 99,98% saham PT Peteka Karya Tirta dimiliki oleh PT Pertamina International Shipping (PIS) yang menjadikan PT Pertamina International Shipping (PIS) memiliki pengendalian langsung pada PT Peteka Karya Tirta," pungkasnya. (r/ham)

Halaman:
1
2

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Inilah Capaian Kinerja Kejari Karimun Selama 2021

Rabu, 12 Januari 2022 | 19:49 WIB

179 Siswa SDN 003 Karimun Ikuti Vaksinasi Lanal TBK

Selasa, 4 Januari 2022 | 21:21 WIB

Larangan Ekspor Batubara tak Pengaruhi PLTU Karimun

Senin, 3 Januari 2022 | 09:44 WIB
X