LSM, OKP dan Ormas Minta Gubernur Kepri Cabut IUPJL PSWA Pulau Rempang

- Senin, 29 November 2021 | 20:39 WIB
 Puluhan pengurus LSM, OKP, Ormas dan mahasiswa saat melakukan pernyataan sikap bersama terkait IUPJL PSWA pada hutan produksi di Pulau Rempang. (damri/haluankepri.com)
Puluhan pengurus LSM, OKP, Ormas dan mahasiswa saat melakukan pernyataan sikap bersama terkait IUPJL PSWA pada hutan produksi di Pulau Rempang. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Puluhan LSM, OKP, ormas, dan mahasiswa minta Gubernur Provinsi Kepri, Ansar Ahmad untuk mencabut Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Penyediaan Sarana Wisata Alam (IUPJL PSWA) pada hutan produksi di Pulau Rempang.

Tepatnya di Tanjung Kelingking, pantai Kelat Kota Batam Provinsi Kepri oleh PT. VIlla Pantai Mutiara dengan berbagai alasan. Sebab perusahaan yang mendapatkan izin disana diduga telah dengan sewenang-wenang melakukan perusakan dan pengggundulan hutan.

Baca Juga: Mayat Crew Boat Pancung Ditemukan di Perairan Galang Batam

Hutan yang sebelumnya masih terjaga dan terpelihara, kini sudah gundul dan rusak karena terjadinya aktivitas perambahan hutan. Kejadian itu setelah beberapa perusahaan mendapat IUPJL PSWA berdasarkan surat keputusan yang diterbitkan atas nama Gubernur Kepri.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua Lingkar Madani Batam sekaligus koordinator LSM, OKP, Ormas se Provinsi Kepri, Andi S Muchtar saat konferensi pers bersama puluhan pengurus LSM, OKP, Ormas di Legenda Batam Centre, Senin 29 November 2021.

Baca Juga: Ngeri! Sembunyi di Roda Pesawat, Pria Ini Selamat Sampai di Amerika

Dikatakan Andi, melihat kondisi hutan yang semakin parah tersebut, maka pihaknya dari Lingkar Madani Batam dan Gabungan LSM, OKP, Ormas se-Provinsi Kepri menyampaikan keprihatinan dan kepedulian terhadap hilangnya hutan di sendi-sendi kehidupan di Batam.

Maka, dari itu pihaknya melakukan pernyataan sikap secara bersama. Pertama, mendesak Gubernur Kepri untuk mencabut keputusan Gubernur IUPJL PSWA pada hutan produksi Pulau Rempang tersebut.

Baca Juga: WNI yang Datang dari 11 Negara Ini Wajib Karantina 14 Hari

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Masjid Tanjak Ikon Baru Kota Batam

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:44 WIB

Pemko Batam akan Gelar Pasar Murah

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:38 WIB

Ditpolairud Polda Kepri Gelar Baksos Religi

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:32 WIB

Batam Telah Menjelma Jadi Kota Ramah Investasi

Selasa, 21 Juni 2022 | 19:01 WIB
X