Usai Nataru Kasus Covid di Kepri Naik, Ini Penjelasan Gubernur Kepri

- Jumat, 7 Januari 2022 | 13:49 WIB
Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad. (haluankepri.com)
Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad. (haluankepri.com)

Tanjungpinang (HK) - Usai libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021 atau awal 2022, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) membuat peryataan pers melalui chanel YouTube nya bahwa kasus covid-19 di Kepri mengalami peningkatan signifikan.

Berawal dari 2 kasus, kemudian naik menjadi 93 kasus. Lalu, naik 140 kasus dan terakhir sampai 168 kasus. Ini menjadikan Kepri tertinggi ke-2 di Indonesia di bawah DKI Jakarta yang mencapai 526 kasus.

Baca Juga: Nelayan di Lhokseumawe Ajukan Permohonan Suntik Mati ke Pengadilan

Menyikapi hal itu, Gubernur Kepri, H. Ansar Ahmad, menyatakan, apa yang disampaikan BNPB tersebut memang terjadi di Kepri. Namun, yang tertular bukan masyarakat Kepri, melainkan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang pulang ke tanah air melalui Batam, Tanjungpinang, maupun Karimun.

"Harusnya dipisahkan antara data masyarakat Kepri dan data PMI yang tertular covid-19. Pada akhir Desember lalu, kita sudah berkoordinasikan dengan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Kesehatan RI terkait data PMI yang pulang dan pergi melalui jalur Kepri dan dinyatakan terkonfirmasi virus Covid-19. Kita sudah meminta kepada Pemerintah Pusat agar ada pemisahan data antara PMI dan data masyarakat Kepri,” kata Gubernur Ansar, Kamis (6/12).

Baca Juga: Ashanty Dikabarkan Terpapar Omicron, Ini Penjelasan Kemenkes

Ansar yakin data yang disampaikan itu merupakan kasus yang menimpa para PMI, bukan kasus yang menimpa masyarakat Kepri.

“Sejauh ini dari segi capaian vaksinasi, kita termasuk yang terbaik di Indonesia. Begitu juga dengan tingkat kepatuhan masyarakat Kepri dalam menerapkan protokol kesehatan. Ditambah lagi, baru saja kita melakukan survey serology dan hasilnya tingkat titer antobodi masyarakat Kepri mencapai 89,6 persen. Itu artinya masyarakat Kepri termasuk sudah kebal terhadap virus covid19. Yang penting tetap patuhi prokes,” tegas Ansar Ahmad.

Atas dasar itulah Gubernur Kepri mengaku merasa perlu mendatangi kantor Kementerian Kesehatan RI akhir Desember lalu. Dengan tujuan utama meminta agar ada pemisahan data masyarakat Kepri dan PMI yang terjangkit virus covid19.

Baca Juga: Pulang Liburan dari Turki, Ashanty Dikabarkan Positif Omicron

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Sukseskan Pemutakhiran IDM 2022 di Kepri

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:06 WIB

Adi Prihantara Dilantik Jadi Sekdaprov Kepri

Selasa, 26 April 2022 | 12:10 WIB

17 CPNS Kemenag Kepri Terima SK

Jumat, 1 April 2022 | 14:50 WIB

Penyengat Diresmikan Sebagai Pulau Digital

Selasa, 8 Maret 2022 | 08:30 WIB
X