Moro Merupakan Jalur Primadona Penyelundupan PMI Ilegal di Karimun

- Kamis, 27 Januari 2022 | 19:34 WIB
Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir meringkus calo PMI ilegal hingga ke Batam. (Ilham Sijori)
Kasat Polairud Polres Karimun AKP Binsar Samosir meringkus calo PMI ilegal hingga ke Batam. (Ilham Sijori)

KARIMUN (HK)-Dalam beberapa pekan terakhir, polisi disibukkan dengan pengungkapan kasus penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal dari Kepri ke Malaysia.

Menggelindingnya kasus ini bermula dari tenggelamnya kapal pengangkut PMI ilegal di perairan Tanjung Balau, Tebing Tinggi, Johor Bahru, Malaysia pada 15 Desember 2021 silam.

Kasus itu kemudian menjadi atensi Presiden Jokowi hingga memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusutnya.

Sejak saat itu, satu persatu jajaran Polda Kepri mulai berhasil mengungkap kasus penyelundupan PMI ilegal.

Satpolairud Polres Karimun merupakan institusi yang pertama kali membongkar aksi penyelundupan PMI ilegal di Pulau Judah, Kecamatan Moro pada 17 Januari 2022.

Sebanyak 7 PMI ilegal asal NTT serta seorang penampung berhasil diamankan dalam operasi yang dipimpin Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir.

Kemudian, disusul pengungkapan 8 calo PMI dengan 23 calon PMI ilegal oleh Satreskrim Polres Karimun pada 20 Januari hingga 23 Januari 2024. Pelaku bahkan dikejar sampai ke Batam.

Terbaru, Satpolairud kembali membekuk 3 calo PMI dan mengamankan 8 calon PMI asal Lombok, NTB pada 23 Januari 2022.

Dengan banyaknya pengungkapan kasus PMI ilegal ini, muncul pertanyaan apakah Karimun merupakan jalur primadona penyelundupan PMI secara ilegal ke Malaysia?

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Wabup Karimun Wisuda 460 Santri dari 35 TPQ

Minggu, 17 April 2022 | 16:47 WIB
X