Warga Belakang Padang Batam Keluhkan Kenaikan Tarif Pancung

- Senin, 14 Februari 2022 | 15:02 WIB
Speedboat pancung merupakan alat trasportasi bagi warga yang dari dan ke Belakang Padang, Batam. (dedi/haluankepri.com)
Speedboat pancung merupakan alat trasportasi bagi warga yang dari dan ke Belakang Padang, Batam. (dedi/haluankepri.com)

Batam (HK) - Speedboat pancung merupakan alat trasportasi satu-satunya bagi warga hinterland, seperti Belakang Padang, Kota Batam. Namun saat ini, tarif transportasi ke daerah tersebut mengalami kenaikan.

Mulai 17 Januari 2022 lalu, tarif pancung Batam menuju Belakang Padang maupun sebaliknya naik menjadi Rp18.000 per orang. Hal itu disebabkan para penambang (tekong) sudah lama tidak lagi mendapatkan pasokan minyak bersubsidi (premium).

"Iya sudah naik jadi Rp2.000 sejak akhir Januari lalu,” kata petugas loket di Pelabuhan Pancung, Sekupang, Senin (14/02/22) pagi.

Baca Juga: Herry Wirawan Pemerkosa Belasan Siswi Hadapi Ancaman Vonis Mati

Kenaikan tarif ini dikeluhkan warga Belakang Padang yang bekerja di Kota Batam dan sebaliknya.

Iwan, salah satunya warga Belakang Padang mengaku harus merogoh kocek untuk tarif tranportasi itu.

"Kalo kita hitung-hitung, pulang pergi saja dalam satu minggu bisa menghabiskan Rp 252.000. Jadi, kalo sebulan saya bisa habiskan Rp1 juta hanya untuk trasportasi saja,” katanya dengan nada berat.

Baca Juga: Herry Wirawan Terus Berdoa Berharap Keringanan Hukuman

Tidak hanya Iwan, hal yang sama juga dirasakan Nita, warga lainnya yang bekerja di kota Batam. Namun dirinya tak begitu kaget jika tarif transportasi itu naik.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Amri Gabung ke Partai Demokrat Kepri

Minggu, 26 Juni 2022 | 17:04 WIB

Masjid Tanjak Ikon Baru Kota Batam

Sabtu, 25 Juni 2022 | 12:44 WIB

Pemko Batam akan Gelar Pasar Murah

Jumat, 24 Juni 2022 | 08:38 WIB

Ditpolairud Polda Kepri Gelar Baksos Religi

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:32 WIB
X