BPJPH Kemenag Gelar Public Hearing, Gubernur Kepri: Produk Halal Identik dengan yang Bersih dan Sehat

- Rabu, 9 Maret 2022 | 14:56 WIB
(istimewa)
(istimewa)

Ansar menjelaskan, produk halal menjamin keamanan produk. Produk halal identik dengan produk yang bersih dan sehat, dua hal yang menjadi dasar peminatan pasar global.

Dengan adanya produk yang bersertifikasi halal akan turut mendorong kebijakan travel bubble dalam membuka pasar pariwisata di Kepri. Dengan demikian kebutuhan produk halal menjadi keniscayaan.

Baca Juga: Ibadah Haji 2022 Diselenggarakan?

“Kami menyambut baik public hearing ini sebagai upaya untuk mengedukasi pelaku usaha sehingga pada akhirnya di Kepulauan Riau seluruh rumah makan, restaurant dan lain sebagainya siap menyajikan produk bersertifikat halal," ucapnya.

"Hal yang harus kita laksanakan adalah berbagi peran untuk membantu pelaku usaha dalam menyajikan produk yang halal. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau secara simultan memberikan dukungan bantuan pembiayaan melalui lembaga keuangan yang ditunjuk yang besarannya mencapai Rp20juta untuk permodalan UKM dimana bunganya ditanggung 100% oleh Pemerintah Daerah. Dan sampai saat ini telah disalurkan sebanyak Rp.30 miliar kepada pelaku usaha,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BPJPH Kemenag RI, Muhammad Aqil Irham mengatakan, trend produk halal sudah menjadi perbincangan dunia meskipun pada awalnya merupakan terminologi yang digunakan dalam agama Islam.

Baca Juga: PSG vs Real Madrid: Neymar Yakin Les Parisiens Melaju ke Perempatfinal Liga Champions

Saat ini terminologi halal sudah meluas hingga seluruh dunia dimana masyarakat dunia peduli dengan pentingnya produk halal. BPJPH sudah melakukan kerjasama dengan 18 kedutaan besar untuk berbagai macam segmen halal baik produk maupun pengakuan sertifikasi halal yang dilakukan negara lain.

“Sampai saat ini kita sudah menjalin kerjasama dengan Argentina, Chile dan Hungaria serta akan menyusul beberapa negara. Halal bukan saja soal pesan administrattif belaka tetapi secara substansi ada jaminan produk yang dihasilkan bahwa produk yang dihasilkan halal dan baik sehingga menambah keunggulan dalam kompetisi pasar global," tuturnya.

"Kita juga sudah menjalin kerjasama dengan World Trade Organization (WTO) yang targetnya pada 18 Oktober 2024 seluruh pelaku usaha di Indonesia sudah memiliki sertifikat halal. Untuk mempercepat terselenggaranya jaminan produk halal BPJPH akan menggandeng 100 ribu pendamping yang akan memberikan pendampingan kepada UKM,” ujarnya. (r)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukseskan Pemutakhiran IDM 2022 di Kepri

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:06 WIB

Adi Prihantara Dilantik Jadi Sekdaprov Kepri

Selasa, 26 April 2022 | 12:10 WIB

17 CPNS Kemenag Kepri Terima SK

Jumat, 1 April 2022 | 14:50 WIB

Penyengat Diresmikan Sebagai Pulau Digital

Selasa, 8 Maret 2022 | 08:30 WIB
X