Gubernur Kepri Surati Tiga Menteri Terkait Keringanan Syarat Travel Bubble

- Minggu, 13 Maret 2022 | 21:58 WIB
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (istimewa)
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. (istimewa)

Tanjungpinang (HK) - Sektor pariwisata di Kepri mulai mulai bernafas ketika diberlakukannya skema travel bubble Batam-Bintan, Singapura (BBS) sejak 23 Februari 2022 lalu. Hal itu ditandai dengan masuknya para turis mancanegara dari Singapura masuk ke Kepri melalui pintu masuk Nongsa Batam dan Lagoi Bintan.

Namun, pemberlakuan travel bubble tersebut masih menyisakan beberapa persoalan, karena masih ada peraturan-peraturan dari Pusat yang dinilai membuat para turis belum merasa leluasa saat berkunjung ke Kepri.

Beberapa regulasi yang dirasakan masih perlu diperhatikan adalah pada saat pengurusan visa kunjungan di Kedutaan Besar Republik Indonesia, serta pemberian visa on arrival (VOA) terbatas pada wisman Khusus Warga Negara (WN) Singapura, dan kewajiban melengkapi diri dengan hasil negatif RT-PCR pre-departure (sebelum keberangkatan), serta tes ulang RT-PCR pada saat kedatangan di dan pada saat akan meninggalkan Indonesia.

Baca Juga: Bangunan Pasar Melayu Batam Dibongkar, Pengacara Ahmad Mipon Bakal Ambil Langkah Hukum

Saat ini realisasi angka kunjungan wisatawan mancanegara di Kepri masih cenderung kecil, dan belum memenuhi kuota sebanyak 350 orang wisman per minggu. Dan Jika aturan tersebut diperbaiki, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad berharap bisa mendongkrak lagi jumlah kunjungan wisman.

Hal ini dapat terlihat dari rendahnya realisasi angka kunjungan wisman periode 23 Februari 2022 sampai dengan 12 Maret 2022, dimana angka kunjungan di Kawasan Wisata Lagoi di Kabupaten Bintan hanya 127 wisman, dan Kawasan Wisata Nongsa Sensation di Kota Batam 171 wisman.

Untuk mengupayakan kemudahan turis Singapura berkunjung ke Kepri, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad langsung mengirimkan surat yang ditujukan kepada Kepala BNPB RI, Mayjen TNI Suharyanto, Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, dan Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna Laoly.

Baca Juga: Empat Korban Kebocoran Gas PLTP Dieng Sudah Pulang ke Rumah

Surat Gubernur Kepri tersebut berisikan permohonan agar pemerintah pusat meniadakan kewajiban turis mancanegara melengkapi diri dengan hasil negatif RT-PCR pra kedatangan sebagai syarat melakukan perjalanan bagi turis khusus pada Pintu Masuk Kepri dengan pertimbangan bahwa turis khusus tersebut akan melaksanakan tes ulang pada saat kedatangan.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukseskan Pemutakhiran IDM 2022 di Kepri

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:06 WIB

Adi Prihantara Dilantik Jadi Sekdaprov Kepri

Selasa, 26 April 2022 | 12:10 WIB

17 CPNS Kemenag Kepri Terima SK

Jumat, 1 April 2022 | 14:50 WIB

Penyengat Diresmikan Sebagai Pulau Digital

Selasa, 8 Maret 2022 | 08:30 WIB
X