Cabjari Tarempa Resmikan Kampung Restorative Justice di Desa Mubur

- Selasa, 15 Maret 2022 | 19:52 WIB
Kacabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington memberikan terkait Restorative Justice.  (Ilham Sijori)
Kacabjari Natuna di Tarempa, Roy Huffington memberikan terkait Restorative Justice. (Ilham Sijori)

Roy menyebut, Maksud dibentuknya Kampung RJ adalah sebagai tempat pelaksanaan musyawarah mufakat dan perdamaian untuk menyelesaikan masalah/perkara pidana yang terjadi dalam masyarakat, yang dimediasikan tokoh agama dan tokoh adat setempat.

Sementara, tujuan dibentuknya Kampung RJ adalah terselesaikannya penanganan perkara secara cepat, sederhana dan biaya ringan, serta terwujudnya kepastian hukum yang lebih mengedepankan keadilan yang tidak hanya bagu tersangka, korban dan keluarga tetapi juga keadilan yang menyentuh masyarakat, dengan menghindarkan adanya stigma negatif.

"Pembentukan kampung restorative Justice bukan dimaksudkan untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi dimasyarakat, tetapi terbatas pada permasalahan hukum pidana yang terjadi pada masyarakat dalam rangka mengeliminir perkara ringan untuk diselesaikan melalui perdamaian yang dimediasikan oleh jaksa," ungkapnya.

Dikatakan, pencanangan kampung RJ di Desa Mubur diharapkan menjadi role model atau percontohan untuk desa lainnya agar nantinya dapat membentuk Kampung RJ dengan tujuan agar dapat menyelesaikan masalah hukum dengan cara mediasi yang dilakukan Jaksa selaku Mediator didampingi Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan, dan pihak terkait lainnya.

Penyelesaian masalah dengan cara mediasi diharapkan dapat mendukung terwujudnya perdamaian antara para pihak yang bermasalah hukum.
Terdapat pengecualian dalam mendamaikan masalah hukum hanya untuk perkara hukum yang ringan.

"Desa Mubur dicanangkan menjadi Kampung Perdamaian Adhyaksa Sulaiman Abdullah," jelasnya.

Wujud dukungan pembentukan Kampung Perdamaian dilakukan dengan penandatanganan Deklarasi Pembentukan Kampung Restorative Justice yang ditandatangani oleh Wakil Bupati, Sekda, Kacabjari Natuna di Tarempa, Asisten III, Kepala Desa Mubur, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Perempuan.

Roy menyatakan, kegiatan ini untuk menghilangkan stigma di masyarakat terkait "Hukum Tajam Ke Bawah dan Tumpul Ke Atas".

Dengan terbentuknya Kampung Perdamaian Adhyaksa Sulaiman Abdullah di Desa Mubur diharapkan masyarakat dapat menyelesaikan masalah dengan keadilan restoratif sehingga terwujud perdamaian di masyarakat. (ham)

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

DPRD KKA Gelar Paripurna Tiga Ranperda

Rabu, 31 Maret 2021 | 11:57 WIB

Desa di Kepulauan Anambas Segera Bertambah

Kamis, 25 Maret 2021 | 08:42 WIB
X