Pemilik Kios dan Ruko Minta Polisi Tindak Pelaku Pembongkaran Pasar Melayu

- Selasa, 12 April 2022 | 17:47 WIB
Sejumlah konsumen menghadang para pekerja yang melakukan pembongkaran bangunan pasar Melayu Raya di Batu Aji, Kota Batam, Selasa (12/4/2022). (damri/haluankepri.com)
Sejumlah konsumen menghadang para pekerja yang melakukan pembongkaran bangunan pasar Melayu Raya di Batu Aji, Kota Batam, Selasa (12/4/2022). (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Para pemilik kios dan ruko di pasar Melayu Raya di Kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam minta aparat kepolisian untuk menindak dan menghentikan pembongkaran bangunan pasar tersebut yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Pasalnya, pembongkaran yang dilakukan tersebut diduga ilegal, karena hanya dilakukan secara mandiri dan sepihak, menggunakan sekelompok orang dan tidak ada surat resmi dari instansi yang berwenang.

"Kami mohon kepada aparat tolong hentikan eksekusi ini. Bangunan ini adalah hak kami sebagai konsumen yang telah membeli kios atau ruko disini," ucap Nofa Kusnawarti saat menghadang para pekerja yang melakukan pembongkaran pasar Melayu Raya tersebut, Selasa (12/4/2022) siang.

Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Makin Aman dari Pandemi

Dikatakan Nofa, pihaknya mempunyai legalitas yang jelas dan lengkap sebagai konsumen yang membeli ruko atau kios di pasar yang dibangun oleh Ahmad Mipon tersebut.

Terkait pembongkaran yang didugal ilegal itu, pihaknya para konsumen secara bersama-sama sudah membuat laporan ke Polresta Barelang, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya. Laporan tersebut nomor STTLP/B/146/IV/2022/SPKT/Resta Brlg/ Polda Kepri.

"Laporan kami itu pada, Jumat 8 April 2022. Dalam laporan itu perkaranya adalah dugaan tindak pengerusakan dan terlapornya adalah Hadis Lani. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya dan tindakan pembongkaran ini juga belum ada dihentikan," ucap Nofa.

Baca Juga: Divock Origi Dikabarkan Segera Berseragam AC Milan

Dia mengaku heran, kenapa belum tindak lanjutnya, minimal untuk menghentikan pembongkaran yang diduga ilegal itu, karena di lokasi pasar tersebut dia menilai juga tidak ada hak dari Hadis Lani, sebab tidak mempunyai badan hukumnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BP Batam Terima Penghargaan Anugerah Reksa Bandha

Kamis, 24 November 2022 | 06:19 WIB

BP Batam Gelar FGD Sinkronisasi Data Promosi

Senin, 21 November 2022 | 08:50 WIB

BP Batam Pastikan Kegiatan Ekonomi Berjalan Lancar

Senin, 14 November 2022 | 08:47 WIB
X