Eksploitasi Pasir Laut, RAM Sumbang PAD Karimun Rp1 Miliar

- Jumat, 15 April 2022 | 21:50 WIB
Abdul Razak (pakai topi duduk) menunjukkan bukti perizinan yang dikantongi Perkumpulan RAM. (Ilham Sijori)
Abdul Razak (pakai topi duduk) menunjukkan bukti perizinan yang dikantongi Perkumpulan RAM. (Ilham Sijori)

KARIMUN (HK)-Perkumpulan Rezeki Anak Melayu (RAM) melakukan penambangan pasir laut di sekitar perairan Pulau Babi Karimun dengan areal tambang 3 hektar dari 25 hektar yang wilayah pertambangan rakyat yang disediakan pemerintah daerah setempat.

Perairan Pulau Babi berada di Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral. Posisinya berada di belakang Pulau Merak.

Izin Penambangan Rakyat (IPR) Perkumpulan RAM dikeluarkan pada 10 Juni 2020 dan berakhir pada 9 Juni 2025. Artinya, izin yang dikantongi Perkumpulan RAM berlaku selama 5 tahun.

Ketua Perkumpulan RAM, Abdul Razak mengatakan, dasar hukum IPR telah diatur dalam pasal 20-26 Bab IX UU no.4 tahun 2009 tentang Minerba.

Kemudian, dasar hukum perizinan IPR berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Karimun nomor 29 tahun 2007 tentang Pertambangan Daerah Bab I Pasal 1 no.15 dan Bab XIII Pasal 28 no.1,2 dan 3.

Pria yang akrab Topo ini menyebut, dasar hukum IPR juga sesuai dengan Peraturan Bupati Karimun n0.17 tahun 2009 tentang Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat bahan golongan pasir laut.

Pasir laut yang dieksploitasi Perkumpulan RAM untuk memenuhi kebutuhan pasir di Selatpanjang, Riau. Sebab, masyarakat disana lebih membutuhkan pasir laut ketimbang di Karimun.

Selama 2 tahun beroperasi, Perkumpulan RAM mengklaim telah mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karimun melalui distribusi pajak daerah sebesar Rp1,027.552.120 atau sekitar 1,027 miliar.

"Perkumpulan RAM taat dalam membayar kontribusi pajak daerah sesuai dengan jumlah produksi yang dihasilkan dengan total distribusi pajak daerah sebesar Rp1,027 miliar," ujar Topo.

Halaman:

Editor: Ilham Sijori

Tags

Terkini

Rezi Dharmawan Jabat Kasi Intelijen Kejari Karimun

Rabu, 3 Agustus 2022 | 16:25 WIB
X