Quantum Power Asia - ib Vogt MoU dengan Pemprov Kepri

- Rabu, 20 April 2022 | 05:17 WIB
Penandatanganan MoU oleh Simon G. Bell, Managing Director and CEO - Quantum Power Asia Pte Ltd (kiri), H. Ansar Ahmad Gubernur Kepri (tengah) dan David Ludwig, Managing Director (APAC) - Ib Vogt (kanan) di KBRI Singapura, Selasa (19/4) (istimewa)
Penandatanganan MoU oleh Simon G. Bell, Managing Director and CEO - Quantum Power Asia Pte Ltd (kiri), H. Ansar Ahmad Gubernur Kepri (tengah) dan David Ludwig, Managing Director (APAC) - Ib Vogt (kanan) di KBRI Singapura, Selasa (19/4) (istimewa)

Investasi Rp71,8 T Bangun PLTS Terbesar di Indonesia

Tanjungpinang (HK) - Dua perusahaan pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berskala dunia yakni Quantum Power Asia dan ib Vogt bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) melakukan penandatanganan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) terkait rencana pembangunan PLTS terbesar di Indonesia, Selasa (19/4).

Penandatangan yang dilaksanakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo.

Dalam sambutannya, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad mengatakan, pihaknya menyambut baik kolaborasi pembangunan PLTS ini dengan pihak Quantum Power Asia dan ib Vogt karena selain berdampak positif di bidang ekonomi.

Apalagi hal ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo energi transisi menjadi agenda penting bagi Indonesia.

“Sebagai salah satu lokasi PLTS terbesar di dunia, kami di Kepulauan Riau menyambut baik langkah ini. Saya berharap PLTS ini akan menghadirkan solusi kebutuhan energi bersih masa depan sesuai dengan mandat Presiden Joko Widodo. Semoga implementasi proyek ini dapat berjalan lancar dan meningkatkan ekonomi di Kepulauan Riau, Indonesia, bersama-sama dengan Singapura," tutur Ansar Ahmad pada penandatanganan MoU mega proyek pembangunan PLTS senilai Rp71,8 triliun atau lebih dari US$ 5 miliar.

Sementara itu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Suryopratomo menyampaikan harapannya terkait kerja sama pembangunan PLTS di Kepulauan Riau tersebut.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena kita berambisi untuk mewujudkan energi terbarukan, salah satunya melalui pembangunan PLTS ini. Semoga implementasi MoU ini akan menghasilkan manfaat positif yang berkelanjutan bagi kedua negara," ujarnya.

Dikatakan Suryo, Pemerintah Indonesia sendiri telah memutuskan untuk mengurangi emisi gas sekitar 21%. Sehingga nantinya dengan adanya kerja sama ini diharapkan Indonesia dapat berkontribusi lebih untuk mengurangi emisi gas hingga 41%.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukseskan Pemutakhiran IDM 2022 di Kepri

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:06 WIB

Adi Prihantara Dilantik Jadi Sekdaprov Kepri

Selasa, 26 April 2022 | 12:10 WIB

17 CPNS Kemenag Kepri Terima SK

Jumat, 1 April 2022 | 14:50 WIB

Penyengat Diresmikan Sebagai Pulau Digital

Selasa, 8 Maret 2022 | 08:30 WIB
X