Safe Migrant Batam Tabur Bunga di Pantai Nongsa Pasca Karamnya Kapal Pembawa PMI Ilegal

- Minggu, 19 Juni 2022 | 08:47 WIB
Jaringan Safe Migrant Batam melakukan tabur bunga dan doa bersama di pantai Nongsa, Batam, pasca terjadinya peristiwa karamnya kapal speeboat membawa PMI ilegal di sekitaran pulau Putri. (damri/haluankepri.com)
Jaringan Safe Migrant Batam melakukan tabur bunga dan doa bersama di pantai Nongsa, Batam, pasca terjadinya peristiwa karamnya kapal speeboat membawa PMI ilegal di sekitaran pulau Putri. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Jaringan Safe Migrant Batam melakukan tabur bunga dan doa bersama di pantai Nongsa, Kota Batam, Provinsi Kepri pada, Sabtu (18/6/2022) sore.

Hal itu dilakukan pasca terjadinya peristiwa karamnya kapal speeboat membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal di sekitaran perairan pulau Putri Nongsa, Kota Batam.

Kemudian pada kesempatan tersebut Safe Migrant Batam juga juga menyampaikan pernyataan sikap yang dihadiri oleh sejumlah organisasi yang peduli pekerja migran.

Koordinator Jaringan Save Migran Batam, Sugeng Agung Nugoroho mengatakan, tabur bunga yang dilakukannya itu adalah sebagai bentuk keprihatinannya atas karamnya kapal pembawa PMI tersebut, karena peristiwa seperti itu terjadi berulang kali dalam waktu yang berdekatan.

"Kita mendoakan agar para korban yang belum ditemukan nanti ditemukan dengan selamat. Kita juga mohon kepada Basarnas dan tim gabungan yang melakukan pencarian melakukan yang terbaik," kata Sugeng kepada awak media.

Sugeng berharap peristiwa tersebut tidak ada lagi kedepannya, semua stakeholder terkait untuk betul-betul mengawasi perairan Kepri ini, sebab kejadian serupa dalam tahun ini terjadi berberapa kali.

"Kalau semua stakeholder kompak untuk memberantas praktek pengiriman orang secara ilegal ini, maka kecil kemungkinan terjadinya seperti peristiwa ini. Semua pihak harus mengambil andil, mulai dari pemerintahan tingkat bawah seperti RT dan RW," tuturnya.

Sekretaris Komisi Keadilan, Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Reinhard Pius Simanjuntak dalam pernyataan sikapnya menyampaikan beberapa hal.

Diantaranya, berharap kepada pemerintah dan aparat terkait memastikan semua korban dapat ditemukan dalam keadaan apapun.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BP Batam Gelar Diseminasi Gandeng Kemendag RI

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:06 WIB

Masjid Tanjak Telah Menjadi Ikon Wisata Batam

Selasa, 2 Agustus 2022 | 08:22 WIB
X