Kuasa Hukum: PT CIS Tak Abaikan Karyawan yang Tergilas Forklip

- Kamis, 30 Juni 2022 | 06:44 WIB
Kuasa hukum PT Colamas Indah Sejati (CIS), James Sumihar Sibarani & Partners sedang melakukan konferensi pers, Rabu (29/6/2022). (damri/haluankepri.com)
Kuasa hukum PT Colamas Indah Sejati (CIS), James Sumihar Sibarani & Partners sedang melakukan konferensi pers, Rabu (29/6/2022). (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Kuasa hukum PT Colamas Indah Sejati (CIS), James Sumihar Sibarani & Partners angkat bicara terkait adanya laka kerja yang menimpa salah satu karyawan bernama Fanongoni Ndraha kakinya yang terlindas alat berat forklip.

"PT Colamas tidak ada mengabaikan karyawan yang mengalami laka kerja, klien kami dari perusahaan bertanggungjawab dan sudah menjalankan prosedur sesuai aturan yang ada," kata James kepada awak media saat konferensi pers di kantornya, Rabu (29/6/2022).

Dijelaskan James, adapun kronologis kejadian laka kerja pada, Selasa (24/5/2022) sekira pukul 11.00 WIB itu berawal saat ada pembongkaran barang dari kontainer.

Pada saat itu karyawan bernama Teguh yang membawa alat berat forklip untuk membawa barang yang dibongkar dari kontainer. Saat itu gudang penuh dengan barang dan palet, Fanongoni Ndraha lewat mau mengarah ke kontainer yang ada di belakang.

Karena jalan dalam gudang itu sempit dan melihat Fanongoni lewat, maka forklip berhenti dan Fanongoni menaikan kaki kirinya ke atas palet, kemudian Teguh menjalankan forklip, tapi ternyata kaki kanannya masih di bawah dan tergilas oleh forklip.

"Atas kejadian itu Teguh melaporkan ke bagian admin. Kemudian admin menyampaikan kepada HRD, guna untuk dilakukan pertolongan dan dibawa ke rumah sakit, namun ternyata BPJS Fanongoni bermasalah dan tidak bisa dipakai, karena alamatnya adalah alamat kampung," kata James.

Namun begitu, lanjut James, Mulyadi selaku kepala gudang di perusahaan tersebut meminta agar korban tetap dibawa ke rumah sakit terdekat, namun Fanongoni tidak mau dan dia malah minta diantar saja pulang kerumahnya.

"Fanongoni mengatakan dia takut dan dia minta agar diantar pulang. Jadi dalam hal ini perusahaan sudah menjalankan aturan, ingin dibawa untuk berobat tapi Fanongoni tidak mau. Untuk gajinya tetap diberikan oleh perusahaan dan tanpa mengurangi sedikitpun dan juga sudah menjenguknya," tuturnya.

Sebelumnya pihak perusahaan sudah menekankan kepada seluruh karyawan agar memakai safety yang sudah disiapkan, namun pada saat itu memang Fanongoni tak memakai safetynya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BP Batam Gelar Diseminasi Gandeng Kemendag RI

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:06 WIB
X