Polsek KKP Batam Bekuk 6 Pelaku Pengiriman PMI Ilegal di Pelabuhan Batam Center

- Senin, 8 Agustus 2022 | 19:15 WIB
Kapolsek KKP Batam, AKP Yusriadi Yusuf, sedang menginterogasi para pelaku pengirim PMI Ilegal, di Mako Polsek KKP Batam, Sekupang. (dedi/haluankepri.com)
Kapolsek KKP Batam, AKP Yusriadi Yusuf, sedang menginterogasi para pelaku pengirim PMI Ilegal, di Mako Polsek KKP Batam, Sekupang. (dedi/haluankepri.com)

Batam (HK) – Jajaran Kepolisian Kawasan Pelabuhan Batam (KKP) meringkus 6 orang yang diduga pemasok PMI Ilegal setelah mengintai beberapa hari dipelabuhan Batam Centre, pada 15 Juli 2022 lalu.

Pengintaian para terduga pemain PMI Ilegal ini dilakukan setelah diketahui kerap mengirim calon pekerja migran asal Indonesia ke Malaysia tanpa melalui perusahaan berbadan hukum dan tidak dilengkapi dokumen yang resmi. Penangkapan para tersangka pun dilakukan diberbagai tempat dalam waktu yang berbeda.

Mereka adalah SS, I, E, R,M dan AK merupakan pemain lama yang berperan sebagai orang yang mengurus calon PMI Ilegal sejak kedatangannya dari daerah asal, penampungan selama di Batam, hingga memberangkatkannya ke Malaysia.

Dari pelaku, polisi menyelamatkan 40 calon pekerja migran yang akan diberangkatkan ke Malaysia. Tak hanya itu, polisi juga berhasil menyita barang bukti berupa 12 lembar paspor, tiket kapal ferry keberangkatan, HP, dan kartu ATM serta berkas lainnya.

Kapolsek KKP Batam, AKP Yusriadi Yusuf didampingi Kasi Humas Polresta Barelang AKP Tigor Sidabariba, SH, dan Kanit Reskrim Polsek KKP Iptu Agussapriadi Lubis mengatakan, awal dari penangkapan para terduga tersangka ini dari laporan masyarakat.

Ada beberapa terduga pelaku sedang mondar-mandir dikawasan pelabuhan hingga anggota mengintai pergerakannya.

"Mereka diamankan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre. Mereka masing-masing diamankan berdasarkan empat Laporan Polisi yang berbeda serta tanggal yang berbeda-beda,” kata Yusriadi Yusuf, Senin (8/8/2022).

Yusuf menyampaikan, masing-masing PMI yang akan diberangkatkan dipatok biaya sebesar Rp 15 juta. Jadi, dari biaya Rp 15 juta itu, setiap pelaku mendapatkan keuntungan bervariasi mulai dari Rp 1 juta.

Terkait maraknya pengiriman PMI ilegal, Yusuf mengimbau kepada masyarakat agar jangan tertipu dengan para pelaku. Kapolsek pinta jika ingin menjadi PMI agar mengikuti prosedur yang ada.

Saat interogasi, para pelaku mengaku baru 2 bulan menjalankan bisnis ilegalnya tersebut sejak Pelabuhan Interansional Batam Centre mulai dibuka sebagai pintu masuk ke Malaysia.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BP Batam Terima 4 Sertifikat BMN dari BPN Kepri

Selasa, 27 September 2022 | 08:53 WIB

Selamat Hari Jadi ke-20 Provinsi Kepri

Sabtu, 24 September 2022 | 20:42 WIB

BP Batam Dorong Percepatan Pengajuan Pemasukan Barang

Selasa, 20 September 2022 | 12:46 WIB

Sejauh Mana Progres Pemeliharaan Masjid Tanjak Batam?

Selasa, 13 September 2022 | 19:20 WIB
X