Seorang Tahanan Polsek Lubuk Baja Positif Covid-19 dan Meninggal

- Kamis, 22 Juli 2021 | 10:55 WIB
Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda sedang memberikan penjelasan kepada awak media, Rabu (21/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda sedang memberikan penjelasan kepada awak media, Rabu (21/7/2021). (damri/haluankepri.com))
Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda sedang memberikan penjelasan kepada awak media, Rabu (21/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Kapolsek Lubuk Baja, AKP Satria Nanda sedang memberikan penjelasan kepada awak media, Rabu (21/7/2021). (damri/haluankepri.com))

Batam (HK) - Seorang tahanan kasus tindak pidana penipuan di Polsek Lubuk Baja inisial CW (52) meninggal dunia pada, Selasa (20/07/2021).

Tahanan itu merupakan tersangka dalam kasus tindak pidana penipuan yang mengakibatkan kerugian Rp 1,5 miliar dengan modus menukarkan uang ke money changer pada 24 Februari 2021 lalu dan dilakukan penangkapan pada 29 Mei 2021.

Kapolsek Lubuk Baja AKP Satria Nanda mengatakan, dia telah ditahan selama 52 hari dan masih dalam tahap 1 di Kejaksaan.

Sekira pukul 13.10 WIB, tahanan itu sempat dalam kondisi kejang kejang dalam sel tahanan dan para tahanan teriak memanggil petugas piket yang berjaga.

Kemudian petugas Ka SPK memberitahu kepada piket reskrim dan tahanan itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Elisabeth.

"Sesampai di rumah sakit dilakukan pemeriksaan dan dia dinyatakan telah meninggal dunia," ucap Satria, Rabu (21/7/2021) di kantornya.

Dijelaskan Satria, tahanan itu meninggal dunia diduga karena sakit dan saat dilakukan pemeriksaan tidak ada tanda-tanda kekerasan ditubuhnya.

Setelah tahanan itu dilakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Elisabeth, kemudian jenazahnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam.

"Yakni untuk dilakukan PCR dan hasilnya di nyatakan positif Covid-19. Sekarang jezanah masih berada di RS Bhayangkara," ujar Satria.

Lanjutnya, jezanah tahanan itu belum dimakamkan, karena masih menunggu keputusan dari pihak keluarga, sebab pihaknya sudah mengajukan surat untuk dilakukan otopsi.

Nanti pihak keluarga yang akan menentukan, apakah pihak keluarga setuju untuk diotopsi atau tidak. Kalau pihak keluarga menolak untuk diotopsi maka akan dibuat berita penolakannya.

"Sebab semalam saat kita koordinasi dengan pihak keluarga, mereka hanya meminta jenazah agar divisum luar saja," paparnya.

Dikesempatan yang sama, Kasi Dokkes Iptu Dr. Leo menyampaikan, dari keterangan pihak keluarga, tahanan tersebut banyak mengonsumsi obat semasa hidup karena sakit.

"Keterangan anak kandungnya, mengakui bahwa tahanan itu memang menderita sakit jantung dan sedang mengkonsumsi obat jantung, hipertensi dan diabetes," ungkapnya. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Warga Batam yang Divaksin Sudah Lebih 60 Persen

Kamis, 5 Agustus 2021 | 07:54 WIB

AKP Budi Hartono Jabat Kapolsek Lubuk Baja

Selasa, 3 Agustus 2021 | 15:36 WIB

Pria Ini Nekat Mencoba Selundupkan Sabu dari Batam

Selasa, 3 Agustus 2021 | 11:43 WIB

Pemko Batam Terima 8 Ribu Bantuan Paket Beras

Senin, 2 Agustus 2021 | 17:20 WIB

Polsek Sagulung Gelar Vaksinasi Dosis Pertama

Senin, 2 Agustus 2021 | 13:46 WIB
X