Diduga Syok, Seorang Penghuni Pasar Induk Batam Meninggal Saat Digusur

- Senin, 26 Juli 2021 | 14:45 WIB
Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com))
Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com))

Batam (HK) - Diduga syok karena digusur oleh tim terpadu Pemerintah Kota (Pemko) Batam, seorang penghuni pasar induk Jodoh Kota Batam dikabarkan meninggal dunia, Senin (26/7/2021) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun haluankepri.com dilokasi, seorang ibu-ibu bernama Friska Ginting (42) itu meninggal dunia karena jantung melihat penggusuran dengan menggunakan alat berat tersebut.

Jenazah salah seorang pedagang itu akan segera dimandikan dan dimakamkan langsung oleh pihak keluarga dan warga pasar Induk Jodoh.

Bony Ginting, salah satu warga pasar Induk Jodoh mengatakan, korban tersebut meninggal dunia karena terkejut melihat alat berat dan tim terpadu yang melakukan kegiatan penggusuran itu.

Sebelumnya, pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Batam dan dalam RDP tersebut belum ada instruksi untuk melakukan penggusuran pasar induk.

"Jadi tadi korban kaget karena melihat alat berat dan tim terpadu datang. Padahal belum ada pemberitahuan tentang kegiatan penggusuran saat ini," ungkapnya kepada awak media.

Disampaikam Bony, saat korban kritis disela-sela pengusuran itu tidak mendapatkan bantuan medis dari tim terpadu yang ada dilokasi, padahal ada mobil ambulans yang stanbay dilokasi.

"Tidak ada bantuan dari tim terpadu, jadi keluarga berinisiatif untuk mengangkut jasad almarhum pakai mobil pribadi salah seorang warga. Ini murni warga yang mengangkat jenazah," tuturnya.

Ditegaskannya, pihak keluarga meminta pertanggung jawaban dari Pemrintah Kota Batam, dalam hal ini Dinas Kadisperindag Kota Batam, Sebab mereka tidak melakukan koordinasi dengan warga untuk melakukan penggusuran itu.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB

Peringati HUT ke-19 Kepri, Pemprov Gelar Pekan Vaksinasi

Jumat, 17 September 2021 | 17:14 WIB

Ekspor dan Impor Batam Alami Peningkatan 19,23 Persen

Jumat, 17 September 2021 | 17:07 WIB

Iwan Dharmawan Nahkodai IMDI Kepri

Jumat, 17 September 2021 | 10:32 WIB

Gubernur Kepri: TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 15 September 2021 | 19:38 WIB

BP Batam Kembali Raih Opini WTP, Lima Kali Berturut-Turut

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB
X