Warga Meninggal Saat Penggusuran Pasar Induk Jodoh, Kadisperindag Batam Diminta Bertanggung Jawab

- Senin, 26 Juli 2021 | 16:34 WIB
Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021)
Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah Friska Ginting (42) saat dievakuasi oleh keluarga dan pedagang pasar Induk, Senin (26/7/2021)

Batam (HK) - Para pedagang pasar Induk Jodoh Batam minta Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau bertanggung jawab atas meninggalnya Friska Ginting (42) saat penggusuran dan pembongkaran gedung lama pasar tesebut.

"Gustian Riau harus bertanggung jawab," ucap Bony Ginting, salah satu warga pasar Induk Jodoh disela-sela penggusuran pasar Induk Jodoh Kota Batam, Senin (26/7/2021).

Diberitakan sebelumnya, diduga syok karena digusur oleh tim terpadu Pemerintah Kota (Pemko) Batam, seorang penghuni pasar induk Jodoh Kota Batam meninggal dunia, pada Senin (26/7/2021) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun haluankepri.com dilokasi, seorang ibu-ibu bernama Friska Ginting (42) itu meninggal dunia karena jantung melihat penggusuran dengan menggunakan alat berat oleh petugas gabungan.

Bony Ginting, salah satu warga pasar Induk Jodoh mengatakan, korban tersebut meninggal dunia karena terkejut melihat alat berat dan tim terpadu yang melakukan kegiatan penggusuran itu.

Sebelumnya, pihaknya telah menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan DPRD Kota Batam dan dalam RDP tersebut belum ada instruksi untuk melakukan penggusuran pasar induk.

"Jadi tadi korban kaget karena melihat alat berat dan tim terpadu datang. Padahal belum ada pemberitahuan tentang kegiatan penggusuran saat ini," ungkapnya kepada awak media.

Disampaikan Bony, saat korban kritis disela-sela pengusuran itu tidak mendapatkan bantuan medis dari tim terpadu yang ada dilokasi, padahal ada mobil ambulans yang stanby di lokasi.

"Tidak ada bantuan dari tim terpadu, jadi keluarga berinisiatif untuk mengangkut jasad almarhum pakai mobil pribadi salah seorang warga. Ini murni warga yang mengangkat jenazah," tuturnya.

Ditegaskannya, pihak keluarga meminta pertanggung jawaban dari Pemrintah Kota Batam, dalam hal ini Dinas Kadisperindag Kota Batam, Sebab mereka tidak melakukan koordinasi dengan warga untuk melakukan penggusuran itu.

"Kami mempertanyakan mengapa di tengah PPKM saat ini pemerintah malah melakukan penggusuran. Kita meminta pertanggungjawaban Gustian Riau selaku penanggung jawab kegiatan pengusuran ini," tuturnya.

Pantauan haluankepri.com dilokasi, akibat adanya kejadian salah seorang yang meninggal tersebut, aktiftas pembongkaran itu memanas dan terhenti, karena pihak keluarga dan pedagang protes.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Gustian Riau mengatakan, penertiban dan pembongkaran bangunan tua itu dilakukan oleh tim terpadu Pemko Batam.

"Personil yang diturunkan sebanyak 230 personil yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam BP Batam," ucap Gustian Riau.

Disampaikannya, bangunan lama pasar induk itu harus segera dibongkar, karena pembangunannya direncanakan akan dimulai pada tahun 2022 mendatang.

Yakni nantinya disitu akan jadi pasar tradisional setinggi lima lantai. Pembongkaran yang dilakukan menurutnya juga sudah sesuai prosedural.

Setahun yang lalu sudah disampaikan juga kepada warga yang tinggal disana, yakni agar bangunan tersebut dikosongkan karena akan dilakukan pembongkaran.

"Tapi nyatanya sampai saat ini masih ada yang tinggal disini, namun kami tetap kembali mengirimkan surat pemberitahuan sesuai prosedural," tuturnya. (dam)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

80 Persen Pelajar di Batam Sudah Divaksin

Kamis, 14 Oktober 2021 | 19:18 WIB

Disdukcapil Kota Batam Terbitkan 393 Akta Kematian

Kamis, 14 Oktober 2021 | 16:07 WIB

Batam Raih Penghargaan Opini WTP dari Kemenkeu

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:15 WIB

Terpopuler

X