Anggota DPRD Batam Mengecam Pembongkaran Eks Pasar Induk Jodoh Hingga Menimbulkan Korban Jiwa

- Selasa, 27 Juli 2021 | 19:09 WIB
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat. (damri/haluankepri.com) (Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat. (damri/haluankepri.com))
Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat. (damri/haluankepri.com) (Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat. (damri/haluankepri.com))

Batam (HK) - Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Rohaizat mengecam pembongkaran pasar induk Jodoh yang dilakukan oleh tim terpadu Kota Batam pada, Senin (26/7/2021) kemaren.

Pasalnya, pada saat pembongkaran dan penggusuran yang dilakukan menggunakan alat berat itu menimbulkan korban jiwa, dimana salah seorang pedagang yang tinggal dibangunan tua tersebut syok dan langsung meninggal dunia.

"Sangat menyayangkan aksi penggusuran yang di lakukan oleh tim gabungan itu, apalagi sampai ada pedagang yang meninggal dunia karena syok atas aksi penggusuran tersebut," ucap Rohaizat saat dijumpai di ruang kerjanya, Selasa (27/7/2021).

Terlebih lagi kata Rohaizat, saat ini Batam berstatus Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, yang artinya dilarang untuk melakukan kerumunan.

"Tapi kok Pemko Batam malah sempat-sempat pula melaksanakan penggusuran itu yang mengumpulkan orang banyak dan bahkan menimbulkan keributan, sebab yang namanya pengusuran pasti ada penolakan dari masyarakat," ujar Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Batam itu.

Disampaikannya, saat ini situasi mayoritas masyarakat sedang sulit ekonominya karena dampak pandemi covid-19 dan pemberlakuan PPKM, dengan adanya aksi penggusuran itu maka akan membuat masyarakat makin susah.

Dia mengungkapkan, pemerintah itu harus bijak. Dia juga meminta kepada Pemko Batam beserta tim gabungan menghentikan dulu penggusuran itu sampai ada kesepakatan antara pedagang yang tinggal disitu dengan Pemko Batam.

"Pemerintah juga harus bertanggung jawab atas insiden meninggal dunianya seorang pedagang tersebut. Itu nanti tergantung dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib. Dan kita berharap warga yang ada dilokasi tidak terprovokasi," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, diduga syok karena digusur oleh tim terpadu Pemerintah Kota (Pemko) Batam, seorang pedagang yang tinggal di eks pasar induk Jodoh Kota Batam meninggal dunia, pada Senin (26/7/2021) siang.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB

Peringati HUT ke-19 Kepri, Pemprov Gelar Pekan Vaksinasi

Jumat, 17 September 2021 | 17:14 WIB

Ekspor dan Impor Batam Alami Peningkatan 19,23 Persen

Jumat, 17 September 2021 | 17:07 WIB

Iwan Dharmawan Nahkodai IMDI Kepri

Jumat, 17 September 2021 | 10:32 WIB

Gubernur Kepri: TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 15 September 2021 | 19:38 WIB

BP Batam Kembali Raih Opini WTP, Lima Kali Berturut-Turut

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB
X