Jenazah Pedagang Korban Penggusuran Eks Pasar Induk Dibawa ke Pemko dan DPRD Batam

- Rabu, 28 Juli 2021 | 16:29 WIB
Jenazah korban penggusuran eks pasar induk Jodoh Kota Batam saat dibawa ke kantor Pemko Batam, Rabu (28/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah korban penggusuran eks pasar induk Jodoh Kota Batam saat dibawa ke kantor Pemko Batam, Rabu (28/7/2021). (damri/haluankepri.com))
Jenazah korban penggusuran eks pasar induk Jodoh Kota Batam saat dibawa ke kantor Pemko Batam, Rabu (28/7/2021). (damri/haluankepri.com) (Jenazah korban penggusuran eks pasar induk Jodoh Kota Batam saat dibawa ke kantor Pemko Batam, Rabu (28/7/2021). (damri/haluankepri.com))

Batam (HK) - Sebelum dimakamkan, jenazah korban penggusuran eks pasar induk Jodoh Kota Batam dibawa oleh keluarga dan kerabatnya ke kantor Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan kantor DPRD Kota Batam, Rabu (28/7/2021).

Pihak keluarga dan para pedagang pasar Induk Jodoh itu menyampaikan aspirasinya atas adanya korban dari penggusuran yang dilakukan oleh tim terpadu Kota Batam pada Senin (26/7/2021) lalu.

Jenazah Friska Ginting (42) itu dibawa puluhan warga dengan mobil ambulance. Bagian depan mobil ambulance itu ditempelkan kain putih yang bertuliskan, koban PNS Kadisperindag Batam Gustian Riau.

Salah satu kerabat korban dan juga sekaligus Ketua Lembaga Investigasi Tipikor Aparatur Negara, Fanahatan Nainggolan mengatakan, sebelumnya warga pasar induk Jodoh itu telah melaporkan kejadian tersebut ke Polda Kepri, namun laporan mereka ditolak.

"Saya disini mewakili masyarakat di Pasar Induk Jodoh ingin menyampaikan aspirasi kepada Pemko Batam dan DPRD Batam atas penggusuran yang dilakukan sehingga adanya korban jiwa," ucap Fannahatan saat melakukan aksi tersebut.

Disampaikannya, kedatangan mereka itu tidak ada satupun dari Pemko Batam maupun DPRD Kota Batam yang menanggapi suara mereka, bahkan tidak ada yang keluar untuk menjawab pertanyaan mereka.

"Ini merupakan aksi menuntut keadilan atas perlakuan Pemko Batam atas penggusuran di pasar induk Jodoh kemaren, sehingga menyebabkan salah seorang warga meninggal dunia," tururnya.

Ditegaskannya, dia mohon Pemko Batam untuk menanggapi permasalahan penggusuran yang menimbulkan korban jiwa itu dengan serius, sebab saat ini rakyat sedang kesusahan, jangan biarkan rakyat berjuang sendiri.

"Korban itu meninggal karena dia syok atas penggusuran, sehingga dia meninggal dunia. Katanya sekarang lagi PPKM, tapi kok dilakukan penggusuran dan aparat datang berbondong-bondong," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB

Peringati HUT ke-19 Kepri, Pemprov Gelar Pekan Vaksinasi

Jumat, 17 September 2021 | 17:14 WIB

Ekspor dan Impor Batam Alami Peningkatan 19,23 Persen

Jumat, 17 September 2021 | 17:07 WIB

Iwan Dharmawan Nahkodai IMDI Kepri

Jumat, 17 September 2021 | 10:32 WIB

Gubernur Kepri: TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 15 September 2021 | 19:38 WIB

BP Batam Kembali Raih Opini WTP, Lima Kali Berturut-Turut

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB
X