KJRI Kuching Serahkan Nelayan Natuna yang Tertangkap di Perairan Malaysia

- Senin, 3 Oktober 2022 | 09:35 WIB
KJRI Kuching menyerahkan brafak kepada Kepala BPPD Kepri Doli Boniara  disaksikan Kepala DKP Kepri Arif Fadillah, Kepala DKP Natuna Ade Suryanto dan  Kepala BPPD Natuna Hikmatul di ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam, Kamis  (29/9) malam. (istimewa)
KJRI Kuching menyerahkan brafak kepada Kepala BPPD Kepri Doli Boniara disaksikan Kepala DKP Kepri Arif Fadillah, Kepala DKP Natuna Ade Suryanto dan Kepala BPPD Natuna Hikmatul di ruang VIP Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (29/9) malam. (istimewa)

Batam (HK) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Khucing
menyerahkan salah seorang nelayan asal Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari
Kabupaten Natuna yang sebebelumnya ditangkap pihak Maritim Malaysia di
Bandara Hang Nadim, Batam, Kamis (29/9) malam.

Menggunakan pesawat Lion dari Pontianak menuju Batam, pihak KJRI Kuching
diterima Pemerintah Provinsi Kepri melalui Kepala Badan Pengelolaan
Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepri Doli Boniara dan Kepala Dinas
Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri Arif Fadillah.

Kemudian, mewakili Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Kepala BPPD
Natuna Hikmatul dan Kepala DKP Natuna Ade Suryanto.

Kepala BPPD Kepri Doli Boniara menyampaikan, kronolgi awal terkait dengan adanya penangkapan dua orang nelayan Natuna oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), yaitu Johan dan Kusnadi pada hari Rabu, (7/9) sekitar pukul 06.30-08.30 WIB
hasil koordinasi dengan Polsek Bunguran Timur dan kelompok nelayan Sungai Ulu telah terjadi penangkapan terhadap dua orang nelayan Natuna oleh APMM di zona maritim perairan Tanjung Manis, Malaysia.

Menurut perkiraan kelompok nelayan bahwa Kasnadi dan Johan ditangkap di
titik koordinat Nomor Lokasi 310 pada wilayah perairan Malaysia atau kurang
lebih sudah berada 10 sampai dengan 15 mil di wilayah perairan Malaysia.

Hal ini dikarenakan para nelayan tidak dilengkapi GPS dan yang bersangkutan
jarang berkomunikasi melalui radio dengan nelayan lainnya.

"Terkait dengan permasalahan ini, kita sudah berkoordinasi dengan Badan
Intelegen Negara (BIN), Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan unsur terkait
lainnya. Hasilnya kita menjelaskan bahwa mereka bukan musuh negara dan
kelompok lainnya," kata Doli.

Mereka ini kata mantan Kepala Dinsos Kepri ini ditangkap dilakukan assesment
disana, apakah mereka benar-benar mencuri ikan atau ada misi lain.

Disela-sela penyerahan, Satff Teknis Imigrasi KJRI Kuching Roni Fajar Purba
mengungkapkan, nelayan tersebut ditangkap dengan aparat Malaysia pada
tanggal 7 September.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BP Batam Terima Penghargaan Anugerah Reksa Bandha

Kamis, 24 November 2022 | 06:19 WIB

BP Batam Gelar FGD Sinkronisasi Data Promosi

Senin, 21 November 2022 | 08:50 WIB
X