Tuntutan Pengusaha Industri Maritim di Batam Disepakati BP Batam

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 09:57 WIB
Ketua asosiasi industri maritim Batam, Osman Hasyim sedang memberikan penjelasan kepada awak media, (damri/haluankepri.com)
Ketua asosiasi industri maritim Batam, Osman Hasyim sedang memberikan penjelasan kepada awak media, (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Badan Pengusahaan (BP) Batam menyepakati delapan usulan dan tuntutan dari asosiasi industri maritim yang tergabung dalam aliansi gerakan kebangkitan industri maritim Batam.

Atas adanya kesepatakan tersebut, maka itu membuat para pengusaha industri maritim di Kota Batam lega, sebab perjuangan panjang yang dilakukan membuahkan hasil sesuai yang diharapkan, sebab tarif jasa kepelabuhan kedepannya tidak mencekik.

Adapun delapan usulan aliansi gerakan kebangkitan industri maritim Batam itu adalah. Pertama, jasa Tambat Untuk Kepentingan Sendiri di Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) atau Terminal Khusus (Tersus) tidak lagi dipungut.

Kedua, Surat edaran kepala kantor pelabuhan laut BP Batam nomor 23 tahun 2018 tentang persyaratan dokumen pendukung di Terminal Khusus (Tersus) dan Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) guna pembebasan biaya tambat kapal dicabut.

Ketiga, host to host tetap berlaku. Keempat, jasa dermaga dan jasa bongkar muat untuk kepentingan sendiri di TUKS atau Tersus tidak dipungut.

Kelima, jasa pemandu dan jasa penundaan yang tidak ada pelayanannya maka tidak dipungut. Keenam, BP Batam akan melakukan reformasi birokrasi dengan menempatkan pejabat yang berkompeten di kantor BUP BP Batam.

Ketujuh, BP Batam akan mengembalikan dana (hold dana dan lunas) yang tidak ada pelayanannya dalam waktu 7 hari.

Kedelapan, BP Batam akan mereview Perka nomor 14 tahun 2019 tentang petunjuk pelaksanaan jenis dan tarif pelayanan pada kantor pelabuhan laut Badan Pengusahaan kawasan perdangangan bebas dan pelabuhan bebas Batam. Kemudian akan menerbitkan Perka baru yang berkualitas dan produktif.

"Kemaren secara resmi kita menyepakati 8 poin itu dalam rapat pertemuan yang dilakukan BP Batam dengan asosiasi kepelabuban dan industri maritim," kata Ketua asosiasi industri maritim Batam, Osman Hasyim saat konferensi pers, Selasa (3/8/2021) sore di KDA Batam Centre.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Gubernur Kepri: MUI Mitra Strategis Pemerintah

Sabtu, 18 September 2021 | 17:48 WIB

Peringati HUT ke-19 Kepri, Pemprov Gelar Pekan Vaksinasi

Jumat, 17 September 2021 | 17:14 WIB

Ekspor dan Impor Batam Alami Peningkatan 19,23 Persen

Jumat, 17 September 2021 | 17:07 WIB

Iwan Dharmawan Nahkodai IMDI Kepri

Jumat, 17 September 2021 | 10:32 WIB

Gubernur Kepri: TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri

Rabu, 15 September 2021 | 19:38 WIB

BP Batam Kembali Raih Opini WTP, Lima Kali Berturut-Turut

Selasa, 14 September 2021 | 14:38 WIB
X