166 Napi di Batam Terima Remisi Natal, 2 Orang Langsung Bebas

- Senin, 26 Desember 2022 | 13:47 WIB
Kakanwil Kepri serahkan SK Remisi Khusus Natal oleh Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam dan Kadivpas Kepri secara simbolis kepada perwakilan warga binaan. (dedi/haluankepri.com)
Kakanwil Kepri serahkan SK Remisi Khusus Natal oleh Wakil Ketua III DPRD Kota Batam, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam dan Kadivpas Kepri secara simbolis kepada perwakilan warga binaan. (dedi/haluankepri.com)

Batam (HK) – Sebanyak 166 narapidana di Batam menerima remisi Natal 2022. Pemberian remisi khusus Natal dilaksanakan dipusatkan di aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Batam.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepri, Saffar Muhammad Godam mengatakan, pemberian remisi merupakan wujud negara hadir dengan memberikan penghargaan atas segala pencapaian positif bagi Narapidana dan Anak Binaan serta telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

"Remisi Khusus Hari Raya Natal ini diberikan kepada Narapidana dan Anak Binaan yang beragama Kristen yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif, diantaranya harus berkelakuan baik / tidak terdaftar pada register F (buku catatan pelanggaran disiplin narapidana), telah menjalani pidana minimal 6 (enam) bulan dan 3 (tiga) Bulan bagi Anak Binaan, serta aktif mengikuti program pembinaan di LPKA/Lapas/Rutan,” kata Saffar saat pemberian remisi di aula Lapas Kelas IIA Batam, Minggu (25/12/22).

Tentunya, lanjut, dengan besaran Remisi Khusus yang bervariasi yakni tahun pertama (telah menjalani 6-12 bulan) mendapat potongan hukuman 15 hari, Tahun pertama (telah menjalani lebih 1 tahun) mendapat potongan hukuman 1 bulan, Tahun kedua dan ketiga mendapat potongan hukuman 1 bulan Tahun keempat dan kelima mendapat potongan hukuman 1 bulan 15 hari dan Tahun keenam dan seterusnya mendapat potongan hukuman 2 bulan.

Dia juga mengatakan, bahwa perayaan natal selalu membawa suka cita bagi hidup umat manusia juga tentunya bagi warga binaan pemasyarakatan. Dan diharapkan kepada kedua warga binaan yang mendapatkan remisi bebas, tidak melakukan tindakan pidana kembali.

"Diharapkan pas keluar mereka jadi manusia yang baik dan menyadari kesalahan dan tidak melakukan tindak pidana lagi," harapnya.

Sementara, Kepala Lapas Kelas IIA Batam, Bawono Ika Sutomo mengatakan, pemberian remisi ini merupakan bentuk apresiasi terhadap warga binaan yang sudah berkelakuan baik dan berperan aktif dalam mengikuti program pembinaan selama berada di Lapas/Rutan.

“Pemberian remisi merupakan hak yang layak diterima narapidana karena telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sebagaimana telah diatur dalam UU Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 Tentang Pemasyarakatan,” kata dia.

Juga diatur dalam Kepres No. 174 Tahun 1999 tentang Remisi, serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak WBP.

Serta Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : PAS-1916.PK.05.04 TAHUN 2022 Tentang Pemberian Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2022 dan Pengurangan Masa Pidana Remisi Khusus (RK) Natal Tahun 2022 Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, sebanyak 166 orang mendapatkan remisi khusus Natal dari total keseluruhan warga binaan pemasyarakatan yang berada di Kota Batam per tanggal 25 Desember 2022 sebanyak 2.479 orang.

Adapun untuk Rutan Kelas IIA Batam, dengan jumlah penghuni total sebanyak 1.062 orang. Untuk Remisi Khusus (RK) I atau pengurangan sebagian sebanyak 78 orang dan RK II atau langsung bebas sebanyak 2 orang dengan rincian pengurangan masa pidana 15 hari sebanyak 38 orang dan 60 hari sebanyak 42 orang.

Kakanwil Kepri dalam sambutannya, mengutip sambutan Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia Yasonna H. Laoly mengatakan untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum dan jadi anggota masyarakat yang taat hukum.

“Remisi yang saudara dapatkan hari ini semoga menjadi pemicu untuk tetap bersikap dan berperilaku baik serta senantiasa mentaati tata tertib Lapas/Rutan/LPKA. Tidak hanya berhenti di situ, perubahan sikap dan perilaku menuju warga negara yang baik dan taat hukum harus tetap saudara cerminkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara setelah saudara bebas dan kembali ke masyarakat lainnya,” kata dia.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X