DPRD Batam Minta Disdik Segera Atur Teknis Belajar Tatap Muka

- Rabu, 11 Agustus 2021 | 15:26 WIB
Anggota DPRD Batam, Aman. (damri/haluankepri.com)
Anggota DPRD Batam, Aman. (damri/haluankepri.com)

Batam (HK) - Anggota DPRD Kota Batam dari fraksi PKB, Aman, minta Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) agar segera mengatur teknis belajar tatap muka ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Pasalnya, dengan diturunkannya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Batam dari level 4 ke level 3, maka sekolah tatap muka sudah bisa diselenggarakan dengan kapasitas maksimal 50 persen dari yang biasanya.

"Pada level 3 ini kan belajar tatap muka sudah dibolehkan dari pemerintah pusat , tapi kan tidak boleh secara keseluruhan. Ya dibagilah, apakah 50 persen atau 40 persen. Jika selama ini siswa dalam satu kelas itu 40 orang, maka bagilah menjadi 20 orang," ujar Aman, Rabu (11/8/2021).

Selain itu kata Aman, saat pelaksanaan belajar tarap muka nantinya, protokol kesehatan (Prokes) harus betul-betul dijalankan dengan ketat. Apalagi untuk sekolah swasta yang muridnya tidak terlalu banyak dibandingkan dengan sekolah negeri, maka akan lebih mudah untuk mengatur Prokesnya.

Minimal untuk tahap awal, belajar tatap muka di sekolah dilaksanakan untuk tingkat SMP dan SMA sederajat dulu. Kalau untuk SD sederajat memang belum bisa sepenuhnya anak-anak menjaga dan menjalankan protokol kesehatan dengan baik.

"Kalau untuk SD sepertinya anak-anak belum bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik saat disekolah, maka untuk awal coba lah dulu untuk tingkat SMP dan SMA," ucap anggota Komisi IV DPRD Kota Batam itu.

Disampaikan Aman, dengan sudah dibolehkannya melakukan belajar tatap muka itu, maka Disdik Kota Batam harus segera mengatur untuk teknisnya, karena belajar secara daring itu hasilnya sangat tidak maksimal.

"Sebab belajar secara daring itu, anak-anak hanya cendrung bermain hp saja dibandingkan belajar. Sehingga pengetahuan anak-anak saat ini menurun. Belajar daring itu kurang menambah kualitas keilmuan anak-anak, apalagi dari sikap dan etika," tuturnya.

Lanjutnya, kalau disekolah guru itu bisa memberikan contoh kepada muridnya secara langsung, sementara daring tidak bisa. Pendidikan ini tidak hanya saja menambah ilmu pengetahuan, namun juga kepada afektif, psikomotorik dan sikap.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

BP Batam Gelar Diseminasi Gandeng Kemendag RI

Jumat, 5 Agustus 2022 | 19:06 WIB
X