Sri Lanka Minta Warganya di Luar Negeri Kirim Uang, Ada Apa?

- Jumat, 15 April 2022 | 09:48 WIB
(internet)
(internet)

 

Pemerintah Sri Lanka meminta warganya yang berada di luar negeri untuk mengirimkan uang ke negaranya demi memenuhi kebutuhan bahan pangan dan bahan bakar.

Hal itu setelah Sri Lanka gagal membayar utang luar negeri senilai USD51 miliar atau setara Rp732 triliun di tengah krisis ekonomi terburuk selama lebih dari 70 tahun terakhir.

Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Nandalal Weerasinghe mengatakan memerlukan bantuan para warga di luar negeri untuk mendukung negara pada masa genting ini dengan menyumbang devisa.

Baca Juga: Ini Jadwal Pencairan THR, Gaji 13 dan Tunjangan untuk PNS

Seruan itu dia sampaikan sehari setelah pemerintah mengumumkan penangguhan pembayaran seluruh utang luar negeri.

Penundaan pembayaran utang ini akan menghemat anggaran Sri Lanka sebesar USD200 juta (Rp2,8 triliun) yang semestinya untuk membayar bunga hutang yang jatuh tempo pada Senin lalu.

Anggaran yang ada akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya yang menipis.

Menurut Weerasinghe, Bank Sentral telah membuat rekening di AS, Inggris, dan Jerman untuk menampung sumbangan dari para ekspatriat.

Baca Juga: Semifinal Conference League: Leicester vs Roma, Feyenoord vs Marseille

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Noor Mosque, Satu-satunya Masjid di Hanoi

Senin, 16 Mei 2022 | 10:34 WIB

Elon Musk Resmi Beli Twitter Seharga Rp 634 Triliun

Selasa, 26 April 2022 | 14:00 WIB

Mike Tyson Hajar Penumpang Pesawat yang Mabuk

Jumat, 22 April 2022 | 10:51 WIB

Korsel Cabut Hampir Semua Aturan Covid-19

Selasa, 19 April 2022 | 09:15 WIB

Sri Lanka Krisis, Warga Demo di Jalan

Jumat, 15 April 2022 | 14:13 WIB
X