Sri Lanka Minta Warganya di Luar Negeri Kirim Uang, Ada Apa?

- Jumat, 15 April 2022 | 09:48 WIB
(internet)
(internet)

Pemerintah memberlakukan larangan impor yang luas demi menghemat cadangan mata uang asing yang terus menipis, dan menggunakannya untuk melunasi utang yang kini gagal dibayar.

Namun, hal itu menyebabkan kelangkaan barang-barang yang memicu kekesalan publik. Warga mengantre selama sehari di berbagai titik di puau itu demi mendapatkan bensin dan minyak tanah. Minyak tanah masih digunakan oleh keluarga-keluarga miskin untuk memasak.

Sedikitnya delapan orang tewas saat menunggu antrean BBM sejak bulan lalu.

Para ekonom mengatakan krisis telah diperburuk oleh kesalahan tata kelola pemerintah, akumulasi pinjaman selama bertahun-tahun, serta pemotongan pajak yang keliru.

Masyarakat berupaya menyerbu rumah pejabat pemerintah, lalu aparat keamanan membubarkan mereka menggunakan gas air mata dan peluru karet.

Ribuan orang bahkan berkemah di depan kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa di Kolombo selama lima hari berturut-turut dan menyerukan agar dia mundur.

 

Para pejabat pemerintah menyatakan dampak pandemi dan perang Ukraina membuat Sri Lanka mustahil membayar utangnya.

Sri Lanka rencananya akan mulai bernegosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) pada pekan depan untuk membahas dana pinjaman demi memulihkan perekonomian mereka.

Kementerian Keuangan Sri Lanka mengatakan mereka memiliki catatan tanpa cela dalam hal pembayaran utang sejak negara itu merdeka dari Inggris pada 1948.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa Berkekuatan 6 Magnitudo Landa Taiwan

Senin, 20 Juni 2022 | 12:57 WIB

Manusia Cyborg Pertama di Dunia Tutup Usia

Sabtu, 18 Juni 2022 | 15:12 WIB

Turki Resmi Ganti Nama Jadi Turkiye

Jumat, 3 Juni 2022 | 13:18 WIB

Pohon Ini Dipercaya Berusia sekitar 5000 Tahun

Sabtu, 28 Mei 2022 | 14:20 WIB

Lupa Password Laptop, Berikut Solusinya

Kamis, 26 Mei 2022 | 10:11 WIB

Al Noor Mosque, Satu-satunya Masjid di Hanoi

Senin, 16 Mei 2022 | 10:34 WIB
X