India Dilanda Banjir Parah, Seratusan Orang Meninggal Dunia

- Minggu, 25 Juli 2021 | 08:52 WIB
Tim penyelamat mencari korban banjir di India. (internet) (Tim penyelamat mencari korban banjir di India. (internet))
Tim penyelamat mencari korban banjir di India. (internet) (Tim penyelamat mencari korban banjir di India. (internet))

Korban meninggal dunia akibat banjir di India mencapai 115 orang dan saat ini tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap puluhan korban hilang dan sebanyak 150 ribu warga dievakuasi akibat banjir.

Diketahui, hujan deras mengguyur pantai barat India dalam beberapa hari terakhir di dekat ibu kota keuangan Mumbai. Hujan menyebabkan banjir terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir di negara bagian Goa.

Saksi mata AFP menyebut tanah longsor di desa lereng bukit Taliye, selatan Mumbai, meratakan lusinan rumah dalam hitungan menit dan hanya menyisakan dua bangunan beton yang masih berdiri.

"Itu terjadi begitu cepat," kata Dilip Pandey, yang melihat bencana itu terjadi Kamis malam.

"Ada suara gemuruh yang sangat besar dan desa itu langsung runtuh," katanya kepada AFP.

Pekerja darurat menghabiskan waktu berjam-jam untuk mencari korban selamat. Namun, mereka lagi-lagi menemukan korban meninggal dunia yang membuat para kerabat cemas. Tanah longsor menyumbang sekitar sepertiga dari 112 kematian terkait monsun yang tercatat di negara bagian Maharashtra.

"Orang-orang hampir kehilangan segalanya," kata menteri kesehatan Goa Vishwajit Rane.

Menurutnya, negara bagian yang berbatasan dengan Maharashtra itu belum pernah mengalami hujan deras seperti itu dalam setengah abad terakhir. Dia mengatakan banjir telah merusak lebih dari 1.000 rumah.

Senada, Kepala Menteri Pramod Sawant, mengatakan banjir Goa jadi yang terburuk dalam beberapa dasawarsa, terakhir.

Hujan lebat juga menyebabkan banjir di banyak wilayah di negara bagian Karnataka, menewaskan tiga orang dan memicu evakuasi 9.000 warga, kata para pejabat.

Dilaporkan total terdapat delapan kejadian tanah longsor dan salah satunya menyebabkan kereta api tergelincir. Ramalan cuaca mengeluarkan peringatan merah untuk wilayah pesisir dan memprediksi akan terjadi banjir dalam tiga hari mendatang.

Perubahan iklim dituding menjadi penyebab musim hujan tahun ini jadi lebih kuat ketimbang sebelumnya. Hal ini dilaporkan oleh Institut Potsdam untuk Penelitian Dampak Iklim pada bulan April.

Perubahan iklim juga berpotensi untuk mengganggu suplai makanan, pertanian dan ekonomi yang mempengaruhi hampir seperlima dari populasi dunia.*

(sumber: cnnindonesia.com)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Penanda Jarak Shalat di Masjidil Haram Dicabut

Minggu, 17 Oktober 2021 | 14:59 WIB

Gempa Guncang Tokyo Jepang 6,2 Skala Richter

Jumat, 8 Oktober 2021 | 06:45 WIB

Berikut Fakta Seputar PM Baru Jepang

Senin, 4 Oktober 2021 | 19:23 WIB

Fumio Kishida Jadi Perdana Menteri Ke-100 Jepang

Senin, 4 Oktober 2021 | 19:09 WIB

Presiden Filipina Pensiun dari Politik

Sabtu, 2 Oktober 2021 | 16:57 WIB

Ribuan Burung Gagak Jatuh dari Langit, Ada Apa?

Kamis, 30 September 2021 | 06:41 WIB

Kreta Diguncang Gempa M 6,5, Terasa di Sejumlah Negara

Senin, 27 September 2021 | 14:08 WIB

Terpopuler

X