Waduh! Inflasi di Sri Lanka pada Agustus 70,2 Persen Akibat Lonjakan Harga

- Kamis, 22 September 2022 | 08:21 WIB
Pengemudi becak di Kolombo tengah antre di dekat SPBU setempat. (internet)
Pengemudi becak di Kolombo tengah antre di dekat SPBU setempat. (internet)

Melonjaknya harga makanan kebutuh pangan dan harga barang non-makanan, membuat Sri Lanka kian bangkrut dihimpit oleh meningkatnya inflasi yang mencapai di atas 70 persen.

Bank Sentral Sri Lanka (CBSL) mengatakan, inflasi konsumen di Sri Lanka meningkat menjadi 70,2 persen pada Agustus ketika negara itu berada di bawah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dasawarsa.

Kepala Penelitian Perusahaan investasi First Capital yang berbasis di Kolombo Dimantha Matthew, dikutip dari Channel News Asia, Rabu, mengatakan Inflasi diperkirakan akan menurun mulai September.

"Namun, inflasi hanya cenderung moderat dan mencapai satu digit pada paruh kedua 2023." jelas Dimantha Matthew pada, 21 September 2022.

Ekonomi Sri Lanka menyusut 8,4 persen pada kuartal hingga Juni dari tahun lalu dalam salah satu penurunan paling tajam yang terlihat dalam periode tiga bulan, di tengah kekurangan pupuk dan bahan bakar.

Kekurangan dolar AS, yang disebabkan oleh salah urus ekonomi dan dampak pandemi covid-19, telah membuat Sri Lanka berjuang untuk membayar impor penting termasuk makanan, bahan bakar, pupuk, dan obat-obatan.

Negara itu awal bulan ini mencapai kesepakatan awal dengan Dana Moneter Internasional untuk pinjaman sekitar USD2,9 miliar, bergantung pada menerima jaminan pembiayaan dari kreditur resmi dan negosiasi dengan kreditur swasta.

Pada Agustus 2022, negara itu berada di bawah krisis ekonomi terburuk dalam beberapa dasawarsa. Indeks Harga Konsumen Nasional (NCPI) naik 70,2 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, setelah naik 66,7 persen pada Juli. Harga makanan naik 84,6 persen, sementara harga barang non-makanan naik 57,1 persen.

Bank Sentral Sri Lanka mengatakan pada Agustus bahwa tingkat inflasi akan moderat setelah mencapai puncaknya sekitar 70 persen karena ekonomi negara itu melambat. NCPI menangkap inflasi harga eceran yang lebih luas dan dirilis dengan jeda 21 hari setiap bulan. *

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ngeri! Dua Pesawat Tabrakan di Udara

Minggu, 18 September 2022 | 08:52 WIB

Inggris Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Jumat, 9 September 2022 | 08:09 WIB

Ratu Elizabeth Meninggal Dunia

Jumat, 9 September 2022 | 06:51 WIB

Eropa Alami Kekeringan Terburuk

Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:00 WIB

Walah! Pilot Ketiduran, Pesawat Gagal Mendarat

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 10:50 WIB

Sambaran Petir Tewaskan 20 Orang

Kamis, 28 Juli 2022 | 09:15 WIB

Gempa M 7,1 Guncang Utara Filipina

Rabu, 27 Juli 2022 | 09:54 WIB

Pemimpin Baru Sri Lanka Ditolak Pengunjuk Rasa

Kamis, 21 Juli 2022 | 08:51 WIB
X