Merokok Hilangkan Stres, Mitos atau Fakta?

- Minggu, 19 September 2021 | 10:05 WIB
ILustrasi
ILustrasi

Merokok bukanlah perilaku yang asing lagi bagi masyarakat. Kebiasaan ini dapat dilakukan oleh siapa saja dan dengan mudah kita menemui orang dewasa maupun remaja yang mengisap rokok di jalanan.

Pemandangan tersebut sudah menjadi hal yang dianggap wajar pada saat sekarang ini.

Tak sedikit dari mereka menjadikan stres sebagai alasan untuk merokok. Anggapan bahwa rokok menghilangkan stres memang telah beredar luas di masyarakat.

Namun, tahukah Anda kalau merokok sebenarnya malah akan memperparah kondisi stres?

Bukannya menghilangkan stres, dampak merokok justru akan memperparah kondisi tersebut. Nikotin dalam rokok memang dapat mengalihkan stres, tetapi hanya dalam jangka waktu pendek.

Oleh karena itu, cara menghilangkan stres dalam jangka panjang tidak bisa dengan mengandalkan rokok.

Ketika seseorang merokok, nikotin mencapai otak dalam waktu sekitar sepuluh detik. Pada awalnya, nikotin meningkatkan suasana hati dan konsentrasi, mengurangi kemarahan dan stres, melemaskan otot dan mengurangi nafsu makan.

Akan tetapi pada kenyataannya, ini hanyalah efek sementara dan seseorang akan terjebak di lingkaran setan untuk merokok terus menerus.

Banyak penelitian mengatakan bahwa tingkat stres pada perokok lebih tinggi ketimbang orang yang tidak merokok. Hal ini diakibatkan oleh kadar dopamin yang akan menurun di dalam otak pada saat tidak merokok.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Tags

Terkini

Rossa dan Afgan di New York, Apa Komentar Netizen?

Kamis, 28 Oktober 2021 | 11:09 WIB

Segarkan Mulut Usai Makan Jengkol atau Petai

Selasa, 26 Oktober 2021 | 09:11 WIB
X