Kesalehan Bermedia Sosial

- Kamis, 16 Juni 2022 | 12:43 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Oleh: Hasanuddin A Abidin

Dalam beragama dan berkehidupan, kita diharapkan tidak hanya memiliki kesalehan ritual, tapi juga kesalehan sosial dan kesalehan spiritual. Di samping tekun melaksanakan ibadah-ibadah ritual yang bersifat wajib maupun sunah, kita juga diharapkan punya interaksi dan manfaat sosial yang baik dan berkeadaban dengan sesama.

Dengan kesalehan ritual dan sosial tersebut, kita diharapkan dapat mempunyai kualitas spiritualitas diri yang baik, mempunyai hubungan yang baik dengan Allah SWT, serta dapat memberikan makna dan dampak yang positif untuk manusia dan kemanusiaan.

Selain ketiga bentuk kesalehan di atas, pada era globalisasi dan komunikasi berbasis internet saat ini, kesalehan bermedia sosial juga menjadi sangat penting kita perhatikan.

Baca Juga: Eks Gubernur Sumsel, Alex Noerdin Divonis 12 Tahun Penjara

Berdasarkan data Datareportal, pada Februari 2002, dari 277,7 juta penduduk Indonesia, terdapat sekitar 370,1 juta koneksi telepon genggam, 204,7 juta pengguna internet, dan 191,4 juta pengguna aktif media sosial. Dari statistik ini terlihat bahwa potensi media sosial sangat besar dalam menyebarkan kebaikan maupun kebatilan.

Media sosial seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter dapat digunakan sebagai media dakwah untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Namun, pada saat yang sama, juga dapat digunakan untuk memecah belah, menyebarkan fitnah, berita bohong, dan hujatan kebencian. Dengan kata lain, bermedia sosial punya potensi untuk memperoleh amal jariah maupun dosa jariah.

Islam sebenarnya sudah mengajarkan sejumlah prinsip berinteraksi dan berkomunikasi untuk membangun kesalehan bermedia sosial.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kesalehan Bermedia Sosial

Kamis, 16 Juni 2022 | 12:43 WIB
X