Sebelum Menikah, Kenali Karakter Pasangan untuk Cegah KDRT

- Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:14 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Psikolog Klinis, Anggiastri Hanantyasari Utami dari Universitas Gadjah Mada mengatakan, memahami karakter diri, mengembangkan kematangan emosional, serta mengenali pasangan sebelum menikah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

"Penting bagi calon pengantin mengetahui secara umum bagaimana hubungan pasangan dengan keluarganya dan bagaimana mereka berinteraksi dalam keluarga," ucapnya kepada Antara yang dilansir republika.co.id, Selasa (11/10/2022).

Mengetahui cara interaksi pasangan dan keluarga berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar mengenai cara mereka menyelesaikan masalah. Apakah dengan cara yang baik atau melibatkan agresivitas baik verbal maupun fisik.

Anggota Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia itu menambahkan calon pasangan suami istri perlu untuk berdiskusi mengenai hal-hal yang berpotensi memunculkan masalah dalam rumah tangga dan bagaimana mereka akan mengatasinya di kemudian hari.
"Seperti masalah finansial, keromantisan dalam rumah tangga, pengasuhan, dan lain-lain," kata Anggiastri.

Sejak awal calon pengantin harus secara tegas menentukan batasan toleransi ketika mereka menghadapi konflik. Sejak awal, misalnya, katakan secara tegas bahwa perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga adalah hal fatal yang tak dapat diterima dalam pernikahan.

Di sisi lain, setiap calon pengantin juga perlu untuk memahami dan menyiapkan dirinya terlebih dahulu di mana individu mampu memahami karakter diri, peka pada kebutuhan-kebutuhan diri, mengembangkan kematangan emosional, dan mampu memberdayakan diri.

Sementara itu, Psikolog Klinis, Annisa Prasetyo Ningrum dari Universitas Indonesia mengatakan kekerasan dalam rumah tangga pada umumnya tidak terjadi secara tiba-tiba. KDRT terjadi karena dipicu oleh sesuatu.

Maka, penting bagi calon pasangan suami istri untuk mengidentifikasi situasi atau hal yang berpotensi menjadi sumber konflik dalam rumah tangga, mulai dari kondisi keluarga, karakter, perbedaan sudut pandang hingga masalah finansial.

"Identifikasi situasi yang berpotensi jadi sumber konflik agar bisa menentukan langkah preventif dan hal-hal yang berpotensi konflik tersebut tidak sampai berujung kekerasan," kata anggota Ikatan Psikologi Klinis Jawa Barat itu.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Anak Ini Dianggap Kecanduan Baca Buku, Siapa Dia?

Rabu, 18 Januari 2023 | 08:24 WIB

Jangan Pelit Memberikan Pujian untuk Orang Lain

Sabtu, 14 Januari 2023 | 11:01 WIB

Cara Mengatasi Rambut Rontok Pada Wanita

Sabtu, 24 Desember 2022 | 21:33 WIB

Cyber Theology

Jumat, 7 Oktober 2022 | 13:54 WIB

Inilah 4 Kesalahan dalam Diet Hingga Mengurangu Efisiensi

Selasa, 27 September 2022 | 18:18 WIB
X