Melajang Itu Pilihan Atau Keterpaksaan?

- Senin, 20 September 2021 | 13:21 WIB
Ishak, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Subi Kabupaten Natuna. (istimewa)
Ishak, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Subi Kabupaten Natuna. (istimewa)

Oleh: Ishak, S.H, Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Subi Kabupaten Natuna

Lajang adalah sebuah keadaan seorang laki-laki atau perempuan yang masih dalam keadaan sendiri atau belum memiliki pasangan dalam ikatan perkawinan (Oktaria: 2010).

Melihat fenomena melajang yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini, maka penting untuk terlebih dahulu mengetahui berbagai alasan yang mendasari dan menguatkan pilihan tersebut.

Menurut M. Muhyidiin (2016) secara filosofis, seseorang melajang bisa dibagi dalam tiga keadaan yaitu, pertama, melajang karena sebab keadaan yang alamiah bagi perkembangan kehidupan manusia secara fisik dan mental. Terlahir dalam keadaan bayi kemudian berkembang tumbuh menjadi anak-anak, lalu beranjak menjadi seorang remaja. Dalam kondisi ini, secara alami fase melajang itu terjadi.

Kedua, melajang karena sebab kehendak sendiri berarti ia telah menyadari bahwa melajang adalah pilihan baginya dan ia telah mengetahui bagaimana keadaan melajang. Keadaan melajang merupakan pilihan yang ia tetapkan sendiri tanpa tekanan atau paksaan dari orang lain.

Ketiga, melajang karena sebab terpaksa, tidak adanya kemampuan untuk hidup berpasang-pasangan dalam rumah tangga sehingga memaksa diri untuk tetap hidup melajang dengan berbagai konsekuensi logis yang diakibatkannya.

Melajang adalah cara yang aman dan menyenangkan bagi sebagian orang agar tidak terkekang dengan tuntutan yang ada dalam rumah tangga, mereka masih bebas melakukan apapun, kehidupan melajang hanya menanggung kebutuhan sendiri tanpa ada beban yang mengiringi. Padahal ini sangat berbahaya jika tidak terkendali, maka hawa nafsu akan mengarah ke jalan yang salah. Tetapi di satu sisi lain kehidupan melajang adalah kehidupan yang sangat memalukan terlebih lagi saat mereka sudah dimakan usia.

Tiga alasan di atas dikuatkan juga dengan pendapat Ibnu Qayyim Al-Jauzy dalam Raudhah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Muqtasyin menerangkan bahwa ada tiga macam gerakan di dunia ini, yaitu gerakan yang bersifat alami, kehendak, dan paksaan.

Sesungguhnya pilihan melajang adalah hak setiap individu tergantung dengan kondisinya saat itu. Berbagai alasan mungkin bisa dijadikan landasan mereka untuk tetap melajang mulai dari alasan ekonomi, psikologi, hedonitis, atau bahkan dengan alasan jodoh belum datang.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Keajaiban Shodaqoh

Senin, 11 Oktober 2021 | 11:31 WIB

Refleksi Sufistik Canda Rasulullah SAW

Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:18 WIB

Doa Agar tak Mengulangi Kemaksiatan

Minggu, 3 Oktober 2021 | 07:46 WIB

Ajari Diri Berbuat Sabar

Senin, 27 September 2021 | 08:15 WIB

Tantangan Penyuluh Agama Islam di Natuna di Masa Pandemi

Senin, 20 September 2021 | 18:13 WIB

Melajang Itu Pilihan Atau Keterpaksaan?

Senin, 20 September 2021 | 13:21 WIB

Mengapa Saat Buang Hajat Dilarang Mengobrol dan Nyanyi?

Jumat, 17 September 2021 | 07:34 WIB

Lelah yang Berkah

Kamis, 16 September 2021 | 14:50 WIB

Apa Keutamaan Berwudhu Sebelum Tidur?

Selasa, 14 September 2021 | 10:46 WIB

Bolehkah Berjalan di Depan Orang yang Sedang Sholat?

Selasa, 7 September 2021 | 08:56 WIB

Ini Waktu Terbaik untuk Bersedekah

Senin, 6 September 2021 | 08:49 WIB

Wudhu Merontokan Dosa-dosa

Sabtu, 4 September 2021 | 09:52 WIB

Jangan Pernah Pelit dengan Ilmu

Sabtu, 28 Agustus 2021 | 12:01 WIB

Terpopuler

X