Jangan Tunda Waktu untuk Membayar Utang

- Selasa, 9 November 2021 | 11:55 WIB
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)
ilustrasi (pikiran-rakyat.com)

Dalam hadits ini juga dapat dipahami bahwa bolehnya memindahalihkan pembayaran utang pada orang lain yang memiliki utang.

Misalnya: A menagih utang pada B sebesar Rp 100 ribu. Sementara C memiliki utang pada B sebesar Rp 100 ribu. Lalu karena B belum mempunyai uang untuk membayar utangnya ke A, maka B mengalihkan pembayaran utangnya ke C yang sudah memiliki kemampuan membayar utang padanya. Sehingga A menagih pembayaran utang ke C. Catatannya ini perlu sama-sama saling ridho.

Baca Juga: Jadi Pelajaran! HP Dicharger Ditinggal Meledak, Indekost Terbakar

Maka jangan sampai seseorang berlaku zalim dengan menunda-nunda pembayaran utangnya jika sudah memiliki kemampuan untuk membayar. Nabi Muhammad bersabda:

وَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْغَنِىَّ الظَّلُوْمَ وَلَا الشَّيْخَ الْجَهُوْلَ وَلَا الْفَقِيْرَ الْمُخْتَالَ.

Rasulullah ﷺ bersabda: Allah tidak mencintai orang yang kaya yang sangat zalim, dan Allah tidak senang pada orang tua yang bodoh dan orang fakir yang sombong. (HR Bazzar dan Thabrani).*

(sumber: republika.co.id)

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Terkini

Ulama Turki Ungkap Bahaya Memendam Permusuhan

Minggu, 8 Mei 2022 | 09:18 WIB

Puasa Syawal Haruskah 6 Hari Berturut-turut?

Selasa, 3 Mei 2022 | 08:20 WIB

Idul Fitri Simbol Hari Kemenangan

Senin, 2 Mei 2022 | 11:01 WIB

Air Mata Fitri di Akhir Ramadhan

Minggu, 1 Mei 2022 | 11:40 WIB

Silaturahmi Lebaran Miliki Manfaat Luar Biasa

Kamis, 28 April 2022 | 10:39 WIB

Memaknai Zakat Fitrah

Selasa, 26 April 2022 | 14:15 WIB

Saat Kiamat Datang, Sangkakala pun Ditiup

Senin, 25 April 2022 | 09:00 WIB

Puasa Membingkai Kearifan Hidup Berbangsa

Jumat, 22 April 2022 | 19:34 WIB
X