Kehangatan Keluarga Juga Sebuah Nikmat

- Kamis, 27 Januari 2022 | 10:06 WIB
(internet)
(internet)

Setelah karunia iman, nikmat terbesar yang dikaruniakan Allah SWT kepada kita adalah nikmat keluarga.

Ayah, ibu, suami, istri dan anak merupakan orang-orang terdekat nan istimewa, teman bercengkerama, serta tempat berbagi suka dan duka.

"Namun sayang beribu sayang, realita berkata bahwa banyak orang yang mengabaikan karunia istimewa tadi, dengan berbagai alasan. Kesibukan pekerjaan. Keasyikan menjalani hobi atau pertemanan di dunia nyata maupun maya. Hingga alasan yang paling parah, yaitu menerlantarkan keluarga akibat sibuk bermaksiat," kata Pengasuh pesantren Tunas Ilmu Purbalingga sekaligus dosen Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyyah Imam Syafi'i Jember, Ustadz Abdullah Zaen Lc,MA dilansir Republika.co.id.

Baca Juga: Jangan Lupa! Indonesia vs Timor Leste Nanti Malam

"Padahal jika mau merenung sedikit, niscaya akan disadari betapa berharganya karunia ilahi tadi. Bukankah tidak sedikit orang yang merindukan kehadiran anak selama puluhan tahun, namun Allah belum mengaruniakannya? Apakah kita baru akan menyadari mahalnya nikmat keberadaan keluarga, hanya saat kehilangan mereka? Na’udzubillah min dzalik..," lanjut Ustadz.

Ustadz mengatakan, ada berbagai poin penting untuk menjaga kehangatan suasana dengan keluarga. Bukan hanya di dunia saja, namun seseorang juga berharap bisa berkumpul bersama mereka di surga Allah Ta’ala.

Pertama, pioritas. Muslim sejati tentu akan menomorsatukan hak Allah SWT dalam kehidupannya. Setelah itu, hak keluarga yang harus diprioritaskan. Karena memang begitu yang diajarkan oleh agama. Ditambah lagi keluargalah yang bakal peduli pada kita, saat datang masa tua, bahkan ketika kita telah tiada," kata Ustadz Abdullah.

Baca Juga: Wow! Kulit Salak Bisa Diolah Jadi Obat Diabetes, Berikut Cara Membuatnya

Ustadz Abdullah melanjutkan, Yakinlah bahwa orang yang bakal setia menemani di masa tua, bukan teman arisan, rekan bisnis, apalagi anggota puluhan grup WA yang diikuti. Namun suami atau istri atau putra-putri, mereka pula yang akan rutin mendoakan, saat tubuh telah terbujur kaku berkalang tanah.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berikut Keutamaan Bertobat yang Perlu Diketahui

Minggu, 3 Juli 2022 | 17:26 WIB

Utama dan Pentingnya Ibadah Qurban

Jumat, 1 Juli 2022 | 18:05 WIB

AlQur'an, Nikmat Paling Besar Bagi Manusia

Selasa, 28 Juni 2022 | 14:15 WIB

Melangitkan Syukur dengan Berqurban

Minggu, 26 Juni 2022 | 12:01 WIB

Imam Al-Ghazali Jelaskan Adab Sebelum Tidur

Minggu, 26 Juni 2022 | 07:19 WIB

Siapa Jamaah yang Bisa Dibadalhajikan?

Sabtu, 25 Juni 2022 | 20:53 WIB

Haji Mendekati Allah SWT

Minggu, 19 Juni 2022 | 07:27 WIB

Visi Tranformatif Ibadah Haji Pasca Pandemi

Jumat, 10 Juni 2022 | 18:02 WIB

Kesempatan untuk Bertobat

Selasa, 31 Mei 2022 | 08:45 WIB

Jubah Integritas

Minggu, 29 Mei 2022 | 18:18 WIB

Ulama Turki Ungkap Bahaya Memendam Permusuhan

Minggu, 8 Mei 2022 | 09:18 WIB
X