Jangan Tertipu

- Kamis, 24 Maret 2022 | 07:48 WIB
ilustrasi (internet)
ilustrasi (internet)

Oleh: Ahmad Agus Fitriawan

Siapa yang tidak mengenal nama Abu Hurairah? Abu Hurairah (Sang Bapak Kucing) bernama asli Abdurrahman bin Shakhr Al-Azdi (lahir 598 M-wafat 678 M). Ia adalah sahabat yang banyak meriwayatkan hadis Nabi Muhammad SAW. Tercatat lebih kurang dari 5.374 hadis telah diriwayatkan Abu Hurairah.

Hadis-hadis itu pun masih kekal hingga kini, dihafal, dan diamalkan oleh banyak kaum Muslimin. Berapa banyak pahala akan mengalir kepada Abu Hurairah berkat jasanya yang luar biasa tersebut? Tentu amat banyak.

Namun, rasa khasyah (takut) beliau amat besar sehingga merasa bekal menuju akhirat amatlah sedikit. Masya Allah!

Baca Juga: Musim Kemarau di Indonesia 2022 Diprediksi Datang Lebih Lambat

Dari Ibnu Syaudzab diriwayatkan bahwa ia menceritakan, “Tatkala sakaratul maut menjemput Abu Hurairah, beliau menangis. Orang-orang bertanya, ‘Apa yang membuatmu menangis?’ Beliau menjawab, ‘Jauhnya perjalanan, sedikitnya perbekalan, dan banyaknya aral rintangan. Sementara tempat kembali, mungkin ke surga, atau mungkin ke neraka’.” (Meneladani Akhlak Generasi Terbaik, hal 29).

Abu Hurairah RA merasa bekal yang ia punya, yakni amal di dunia, amatlah sedikit. Ia pun tak yakin tempat kembalinya apakah ke surga atau neraka.

Bila dibandingkan dengan kita yang kualitas dan kuantitas amalnya tentu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan beliau, terkadang merasa sangat yakin amal diterima. Merasa tenang-tenang saja dengan amal yang belum pasti bernilai atau tidaknya di sisi Allah SWT.

Baca Juga: Soal Rumor ke Barcelona, Ini Penjelasan Kapten Chelsea

Jangan tertipu dengan amalan kita. Merasa sudah shalat lima waktu, shalat Rawatib, shalat Tahajud, shalat Dhuha, dan shalat sunah lainnya, tapi tak khusyuk dan tak berusaha khusyuk, kita jalankan shalat kita.

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya orang mencuri yang paling buruk adalah orang yang mencuri shalatnya.” Sahabat bertanya, “Bagaimana ia mencuri shalatnya?” Beliau menjawab, “Ia tidak menyempurnakan rukuk, sujud, dan khusyuknya” (HR Ahmad).

Kita merasa sudah puasa Ramadhan, puasa sunah Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, tapi kita masih bermaksiat di dalamnya. Betapa banyak dari manusia yang mudah terjerumus kepada dosa lisan, pun begitu saat berpuasa.

Baca Juga: Hector Bellerin: FIFA-UEFA Melek Konflik Ukraina, tapi Bungkam soal Palestina

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta sewaktu berpuasa, Allah tidak menerima puasanya meskipun dia telah meninggalkan makan dan minumnya” (HR Bukhari 4/99).

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musik dan Moralitas Agama

Senin, 29 Mei 2023 | 19:21 WIB

Bersegera Bukan Tergesa-gesa

Rabu, 24 Mei 2023 | 16:52 WIB

Berusaha Ikhlas

Selasa, 23 Mei 2023 | 07:44 WIB

Tiga Senjata Utama Hidup Bahagia

Jumat, 19 Mei 2023 | 17:30 WIB

Agar Selamat dari Sifat Dengki, Amalkan Doa Ini

Kamis, 18 Mei 2023 | 08:48 WIB

Efek Positif Sedekah

Kamis, 18 Mei 2023 | 08:07 WIB

Doa Agar Dimudahkan Mencari Nafkah

Minggu, 14 Mei 2023 | 07:26 WIB

Amalan Hari Jumat

Jumat, 12 Mei 2023 | 07:35 WIB

Doa Berlindung dari Masa Tua yang Sulit

Rabu, 10 Mei 2023 | 22:25 WIB

Jendela Waktu

Rabu, 10 Mei 2023 | 13:39 WIB

Inspirasi AlQur'an Membangun Hidup Sukses

Selasa, 9 Mei 2023 | 15:22 WIB

Zakat Mensucikan Harta dan Jiwa

Kamis, 20 April 2023 | 08:13 WIB
X