Perkawinan Beda Agama Bisakah Hidup Bersama?

- Kamis, 24 Maret 2022 | 16:35 WIB
Ishak, SH, Penyuluh Agama di Natuna. (istimewa)
Ishak, SH, Penyuluh Agama di Natuna. (istimewa)

Oleh: Ishak, SH, Penyuluh Agama di Natuna

Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Oleh karena itu, tentunya kehidupan manusia tidak akan bisa terlepas dari agama yang tujuannya tidak lain agar para pemeluknya bisa terarah hidupnya dengan baik.

Demikian juga jika dikaitkan dengan perkawinan, maka agama akan memberikan ruang dan tuntunannya terhadap pasangan suami istri dalam menempuh kehidupan rumah tangga.

Terkait perkawinan, dalam ajaran syariat Islam sudah sangat jelas aturannya, baik itu pra perkawinan ataupun pasca perkawinan, mulai dari memilih kriteria pasangan, ta’aruf, khitbah, walimah, hidup sebagai sepasang suami istri bahkan mengatasi konflik dalam rumah tangga sekalipun ikut diatur.

Islam adalah agama yang sempurna oleh karena itu pula terkait perkawinan beda agama yang belakangan ini sering terdengar, dalam Syari'at Islam perkara ini ditetapkan hukumnya tidak sah.

Berkaitan dengan tidak sahnya perkawinan beda agama, tafsir Ibnu Kasir (2022) dalam syari’at Islam sudah sangat jelas bahwa Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 221 yang berbunyi “Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman”.

Kemudian diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, yaitu telah menceritakan kepadaku Ubaid Ibnu Adam Ibnu Iyas Al-Asqalani, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid Ibnu Bahram Al-Fazzari, telah menceritakan kepada kami Syahr Ibnu Abbas mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah Ibnu Abbas mengatakan hadis sebagai berikut, “Rasulallah SAW, telah melarang menikahi berbagai macam wanita kecuali wanita-wanita yang mukmin dari kalangan Muhajirin dan mengharamkan pula mengawini wanita beragama selain Islam”.

Begitu juga di Indonesia tidak sahnya perkawinan beda agama sudah dikuatkan oleh fatwa MUI Nomor: 4/MUNAS VII/MUI/8/2005 Tentang Perkawinan Beda Agama yang berbunyi “Perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah serta perkawinan muslim dengan wanita ahlul kitab menurut qaul mu’tamad adalah haram dan tidak sah”.

Halaman:

Editor: Feri Heryanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Kala Bencana Jadi Peringatan

Jumat, 2 Desember 2022 | 11:46 WIB

Bacalah AlQur'an, Dapatkan Lima Keistimewaan

Kamis, 1 Desember 2022 | 11:28 WIB

Bagaimana Cara Agar Dosa Diampuni?

Rabu, 30 November 2022 | 11:26 WIB

Selamatkan Diri dengan Kejujuran

Minggu, 27 November 2022 | 09:42 WIB

Pentingkah Pendidikan Pranikah?

Jumat, 25 November 2022 | 09:50 WIB

Peran Sosok Ayah dalam Keluarga

Sabtu, 19 November 2022 | 09:32 WIB

Ingin Selalu Khusyuk dalam Sholat?

Jumat, 18 November 2022 | 10:55 WIB

Hiding Lies

Kamis, 17 November 2022 | 11:16 WIB

Adab Utang-Piutang dalam Islam

Kamis, 17 November 2022 | 08:39 WIB

Cahaya Allah SWT Datang Kapan Saja

Rabu, 16 November 2022 | 08:36 WIB

Utsman bin Affan Dalam Fitnah Kubro

Kamis, 10 November 2022 | 11:22 WIB

ID Card Sufistik

Sabtu, 5 November 2022 | 17:06 WIB

Doa Memohon Kesembuhan dari Sakit

Kamis, 27 Oktober 2022 | 13:11 WIB

Meminta Doa dari Orang Alim, Bolehkah?

Minggu, 23 Oktober 2022 | 09:28 WIB

Pahami Adab Dasar Saat Membaca AlQur'an

Kamis, 20 Oktober 2022 | 09:54 WIB
X